Pasca Longsor, Operasional Tambang Freeport Masih Menunggu Hasil Audit
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 16:51 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa operasional tambang Freeport masih harus menunggu hasil audit pasca longsor lumpur bijih basah yang terjadi pada area tambang bawah tanah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa operasional tambang Freeport masih harus menunggu hasil audit pasca longsor lumpur bijih basah yang terjadi pada area tambang bawah tanah di kawasan Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Ia menyampaikan pemerintah saat ini masih melakukan audit menyeluruh untuk memastikan penyebab terjadinya longsor tersebut. Menteri Bahlil menyebut, audit terus dilakukan dengan melibatkan tim teknis dari berbagai bidang, termasuk teknik sipil dan teknik pertambangan.
"Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya," kata Menteri Bahlil dalam pernyataannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: 2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
"Dan itu dibutuhkan berbagai langkah-langkah terkait dengan teknik sipilnya, teknik tambangnya. Ini tim saya terus melakukan proses audit di sana," lanjutnya.
Menteri Bahlil menegaskan, operasional tambang baru akan kembali dibuka setelah hasil audit selesai dan langkah-langkah perbaikan dinyatakan aman. Menurutnya Pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas penambangan tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja maupun kerusakan lingkungan di sekitar area tambang.
Untuk diketahui, longsor lumpur bijih basah terjadi pada 8 September 2025 lalu sekitar pukul 22.00 WIT. Akibat kejadian itu, tujuh pekerja terperangkap di area tambang bawah tanah. Lima di antaranya merupakan kru PT Redpath Indonesia dan dua lainnya kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.
Baca Juga: Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
PT Freeport Indonesia menghentikan seluruh aktivitas di area tersebut untuk memfokuskan upaya pencarian korban. Setelah dilakukan pencarian intensif selama hampir satu bulan, pada 6 Oktober 2025 seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan proses evakuasi dinyatakan selesai.
Ia menyampaikan pemerintah saat ini masih melakukan audit menyeluruh untuk memastikan penyebab terjadinya longsor tersebut. Menteri Bahlil menyebut, audit terus dilakukan dengan melibatkan tim teknis dari berbagai bidang, termasuk teknik sipil dan teknik pertambangan.
"Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya," kata Menteri Bahlil dalam pernyataannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: 2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
"Dan itu dibutuhkan berbagai langkah-langkah terkait dengan teknik sipilnya, teknik tambangnya. Ini tim saya terus melakukan proses audit di sana," lanjutnya.
Menteri Bahlil menegaskan, operasional tambang baru akan kembali dibuka setelah hasil audit selesai dan langkah-langkah perbaikan dinyatakan aman. Menurutnya Pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas penambangan tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja maupun kerusakan lingkungan di sekitar area tambang.
Untuk diketahui, longsor lumpur bijih basah terjadi pada 8 September 2025 lalu sekitar pukul 22.00 WIT. Akibat kejadian itu, tujuh pekerja terperangkap di area tambang bawah tanah. Lima di antaranya merupakan kru PT Redpath Indonesia dan dua lainnya kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.
Baca Juga: Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
PT Freeport Indonesia menghentikan seluruh aktivitas di area tersebut untuk memfokuskan upaya pencarian korban. Setelah dilakukan pencarian intensif selama hampir satu bulan, pada 6 Oktober 2025 seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan proses evakuasi dinyatakan selesai.
(akr)
Lihat Juga :