Wacana APBN Dipakai buat Rehabilitasi Pondok Pesantren, Purbaya: Baru Baca di Media

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 18:51 WIB
loading...
Wacana APBN Dipakai...
Menkeu Purbaya menyatakan, bahwa dirinya belum menerima detail maupun usulan resmi terkait wacana penggunaan APBN untuk membangun atau merehabilitasi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Foto/Dok
A A A
BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, bahwa dirinya belum menerima detail maupun usulan resmi terkait wacana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) untuk membangun atau merehabilitasi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Purbaya mengaku baru mengetahui ide tersebut melalui pemberitaan media massa.

"Terus untuk pondok pesantren. Pondok Pesantren (ponpes) juga saya belum terima. Saya baru baca di media aja," kata Purbaya saat media gathering via Zoom, Jumat (10/10/2025).

Wacana ini muncul menyusul musibah tragis ambruknya gedung bertingkat di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September 2025 yang menewaskan hingga 67 orang. Tragedi tersebut memicu perdebatan publik tentang standar keamanan bangunan dan kelayakan infrastruktur di lembaga pendidikan berbasis agama.

Baca Juga: Pemerintah Fokus Rehabilitasi Pesantren Tidak Mampu dan Rawan

Purbaya menegaskan, Kemenkeu tidak dapat mengambil keputusan sebelum menerima proposal yang jelas mengenai siapa pengusul dan seperti apa skema yang diajukan. "Tapi saya belum tahu siapa yang propose. Seperti apa proposalnya saya belum tahu. Kita akan tunggu sampai dalam proposalnya," ujar Purbaya.

Ide pembangunan ponpes menggunakan dana negara ini memicu pro dan kontra di kalangan publik. Di satu sisi, usulan ini dilatarbelakangi kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan ribuan santri, terutama setelah diketahui bahwa ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny diduga kuat disebabkan oleh kelalaian pendiri ponpes dalam proses pembangunan yang tidak sesuai standar teknis.

Pihak yang mendukung penggunaan APBN berargumen bahwa ponpes sebagai lembaga pendidikan yang telah lama menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional berhak mendapatkan alokasi dana untuk memastikan infrastruktur yang aman dan layak.

Baca Juga: Menemukan Masalah Infrastruktur Pesantren? Lapor Aja ke Call Center 158

Namun di sisi lain, kritik muncul mengenai apakah dana APBN, yang merupakan uang rakyat, etis digunakan untuk merehabilitasi atau membangun kembali fasilitas yang hancur akibat kesalahan struktural dan dugaan kelalaian pihak swasta atau yayasan pemilik ponpes.

Isu ini menuntut kejelasan mengenai tanggung jawab hukum dan mekanisme pengawasan dana APBN agar tidak menyalahi aturan Keuangan Negara. Keputusan Kemenkeu akan sangat bergantung pada seberapa detail dan komprehensif proposal yang diajukan, terutama dalam hal pertanggungjawaban dana dan komitmen ponpes untuk mematuhi standar keselamatan bangunan sipil.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Rekomendasi
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved