Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 09:21 WIB
loading...
A A A
Pasar keuangan langsung turun pasca pernyataan Trump tersebut, dimana indeks S&P 500 ditutup turun 2,7%, untuk menjadi pelemahan terbesar sejak April. Seperti diketahui bahwa China mendominasi produksi tanah jarang dan beberapa bahan penting lainnya, yang merupakan komponen utama dalam pembuatan mobil, ponsel pintar, dan banyak barang lainnya.

Terakhir kali Beijing memperketat kontrol ekspor-setelah Trump menaikkan tarif atas barang-barang China di awal tahun ini-. Aksi itu memicu protes dari banyak perusahaan AS yang bergantung pada mineral tersebut. Bahkan pabrikan mobil Ford sampai harus menghentikan sementara produksinya.

Selain memperketat aturan ekspor tanah jarang, China juga membuka penyelidikan monopoli terhadap perusahaan teknologi AS Qualcomm yang bisa menunda akuisisinya terhadap produsen chip lain. Meskipun Qualcomm berbasis di AS, sebagian besar bisnisnya terkonsentrasi di China.

Beijing juga mengatakan bakal mengenakan biaya pelabuhan baru kepada kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan AS, termasuk yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan AS. "Ada beberapa hal yang sangat aneh terjadi di Tiongkok!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Jumat.

"Mereka menjadi sangat bermusuhan." AS dan China telah berada dalam ketegangan perdagangan yang rapuh sejak Mei, ketika kedua belah pihak sepakat untuk mencabut tarif tiga digit pada barang-barang satu sama lain yang hampir menghentikan perdagangan antara kedua negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Rekomendasi
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved