Mentan Amran Ungkap Alasan Rangkap Jabatan Jadi Kepala Bapanas
Senin, 13 Oktober 2025 - 15:58 WIB
loading...
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. FOTO/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggantikan Arief Prasetyo Adi. Serah terima jabatan dilakukan di Kantor Bapanas, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Amran menjelaskan, keputusan rangkap jabatan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, langkah itu ditempuh demi efisiensi dan konsolidasi kelembagaan di sektor pangan nasional yang selama ini masih berjalan secara terpisah.
"Ini perintah langsung dari atasan. Dulu Badan Pangan berada di bawah Kementerian Pertanian, termasuk urusan karantina. Jadi, keputusan ini mungkin untuk menyatukan kembali fungsi dan memperkuat efisiensi," ujar Amran usai serah terima jabatan.
Baca Juga: Prabowo Copot Kepala Bapanas Arief Prasetyo, Tunjuk Amran Sulaiman Jadi Pengganti
Pengangkatan Amran sebagai Kepala Bapanas tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional yang ditetapkan pada Kamis (9/10/2025). Dalam Keppres tersebut, Presiden Prabowo secara resmi memberhentikan Arief Prasetyo Adi dengan hormat dari jabatan Kepala Bapanas.
"Kesatu memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” demikian bunyi salinan Keppres yang beredar di kalangan media.
Selain itu, Presiden juga menetapkan hak keuangan dan fasilitas jabatan bagi Amran dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bapanas. "Mengangkat Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan serta fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis Keppres tersebut.
Baca Juga: Sinyal Kuat Bulog Naik Kasta Jadi Kementerian, Istana: Kalau Perut Aman, Selebihnya Aman
Rangkap jabatan ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Pemerintah menilai, sinergi antara Kementerian Pertanian dan Bapanas penting untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Amran menjelaskan, keputusan rangkap jabatan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, langkah itu ditempuh demi efisiensi dan konsolidasi kelembagaan di sektor pangan nasional yang selama ini masih berjalan secara terpisah.
"Ini perintah langsung dari atasan. Dulu Badan Pangan berada di bawah Kementerian Pertanian, termasuk urusan karantina. Jadi, keputusan ini mungkin untuk menyatukan kembali fungsi dan memperkuat efisiensi," ujar Amran usai serah terima jabatan.
Baca Juga: Prabowo Copot Kepala Bapanas Arief Prasetyo, Tunjuk Amran Sulaiman Jadi Pengganti
Pengangkatan Amran sebagai Kepala Bapanas tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional yang ditetapkan pada Kamis (9/10/2025). Dalam Keppres tersebut, Presiden Prabowo secara resmi memberhentikan Arief Prasetyo Adi dengan hormat dari jabatan Kepala Bapanas.
"Kesatu memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” demikian bunyi salinan Keppres yang beredar di kalangan media.
Selain itu, Presiden juga menetapkan hak keuangan dan fasilitas jabatan bagi Amran dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bapanas. "Mengangkat Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan serta fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis Keppres tersebut.
Baca Juga: Sinyal Kuat Bulog Naik Kasta Jadi Kementerian, Istana: Kalau Perut Aman, Selebihnya Aman
Rangkap jabatan ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Pemerintah menilai, sinergi antara Kementerian Pertanian dan Bapanas penting untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
(nng)
Lihat Juga :