Ogah Bayarin Proyek Family Office, Menkeu Purbaya: Kalau Mau Saya Doain
Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:38 WIB
loading...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan mengalihkan anggaran untuk proyek family office yang dikabarkan tengah digodok oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Kementerian Keuangan. Foto/Dok Kemenkeu, Wisnu Nanda.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengalihkan anggaran untuk proyek pembangunan family office yang belakangan dikabarkan tengah digodok oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Purbaya mengaku sudah mendengar pembahasan soal family office sejak lama, namun memilih untuk tidak terlibat lebih jauh.
“Oh, saya udah denger lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/10).
Menurutnya, fokus utama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini adalah memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara efisien dan tepat sasaran. “Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu aja,” tegasnya.
Baca Juga: Family Office Dikhawatirkan Jadi Tempat Pencucian Uang, Ini Alasannya
Ketika ditanya apakah dirinya memberikan masukan terkait rencana tersebut, Purbaya menampik. “Nggak, kalau mau saya doain lah,” katanya sembari tersenyum.
Lebih lanjut, Purbaya mengaku belum memahami secara mendalam konsep family office yang dimaksud, meskipun Ketua DEN kerap menyinggung hal itu dalam beberapa kesempatan.
“Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya nggak pernah lihat. Jadi saya nggak bisa jawab,” ujarnya.
Sebagai informasi, family office merujuk pada entitas pengelola kekayaan pribadi atau keluarga konglomerat yang kerap diasosiasikan dengan negara-negara surga pajak, seperti Singapura dan Hong Kong.
Wacana pembentukan family office di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata (Bali), belakangan mencuat dan disebut menjadi bagian dari rencana DEN untuk menarik investasi dari kalangan ultra high net worth individual (UHNWI).
Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, menjadi salah satu yang paling serius menyuarakan pembangunan family office. Menurutnya pembentukan family office diharapkan dapat memberikan dampak positif.
Baca Juga: Luhut Targetkan Family Office Beres sebelum Prabowo Menjabat
Dia menyebut langkah ini perlu dilakukan sebagai upaya menumbuhkan ekonomi nasional. Luhut menyampaikan bahwa menurut data dari The Wealth Report, populasi individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus meningkat.
“Oh, saya udah denger lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/10).
Menurutnya, fokus utama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini adalah memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara efisien dan tepat sasaran. “Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pasti pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu aja,” tegasnya.
Baca Juga: Family Office Dikhawatirkan Jadi Tempat Pencucian Uang, Ini Alasannya
Ketika ditanya apakah dirinya memberikan masukan terkait rencana tersebut, Purbaya menampik. “Nggak, kalau mau saya doain lah,” katanya sembari tersenyum.
Lebih lanjut, Purbaya mengaku belum memahami secara mendalam konsep family office yang dimaksud, meskipun Ketua DEN kerap menyinggung hal itu dalam beberapa kesempatan.
“Saya belum terlalu ngerti konsepnya walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tapi saya nggak pernah lihat. Jadi saya nggak bisa jawab,” ujarnya.
Sebagai informasi, family office merujuk pada entitas pengelola kekayaan pribadi atau keluarga konglomerat yang kerap diasosiasikan dengan negara-negara surga pajak, seperti Singapura dan Hong Kong.
Wacana pembentukan family office di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata (Bali), belakangan mencuat dan disebut menjadi bagian dari rencana DEN untuk menarik investasi dari kalangan ultra high net worth individual (UHNWI).
Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, menjadi salah satu yang paling serius menyuarakan pembangunan family office. Menurutnya pembentukan family office diharapkan dapat memberikan dampak positif.
Baca Juga: Luhut Targetkan Family Office Beres sebelum Prabowo Menjabat
Dia menyebut langkah ini perlu dilakukan sebagai upaya menumbuhkan ekonomi nasional. Luhut menyampaikan bahwa menurut data dari The Wealth Report, populasi individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus meningkat.
(akr)
Lihat Juga :