Mengenal Family Office, Usulan Luhut tapi Ditolak Purbaya
Rabu, 15 Oktober 2025 - 11:52 WIB
loading...
Family Office kembali menjadi sorotan setelah pembangunannya ditolak oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Lantas apakah itu Family Office? berikut penjelasan dan cara kerjanya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Family Office kembali menjadi sorotan setelah pembangunannya ditolak oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa , setelah sebelumnya digodok oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Lantas apakah itu Family Office? berikut penjelasan dan cara kerjanya.
Family Office merupakan sebuah perusahaan swasta yang didirikan untuk mengelola kekayaan, investasi, dan kebutuhan finansial lainnya dari individu atau keluarga yang memiliki kekayaan bersih sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals/families). Biasanya dengan aset minimal puluhan juta hingga ratusan juta dolar.
Mengelola keuangan pribadi menjadi sebuah tantangan, terlebih jika terkait keluarga dengan kekayaan berlimpah, atau yang dijuluki crazy rich. Di sinilah peran family office menjadi dibutuhkan.
Baca Juga: Ogah Bayarin Proyek Family Office, Menkeu Purbaya: Kalau Mau Saya Doain
Banyaknya crazy rich di Tanah Air, menjadi dasar Pemerintah Indonesia berencana membuka family office dalam mengelola kekayaan. Pemerintah berencana menempatkan family office di dua lokasi, yaitu Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bali dipilih karena telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sementara IKN diharapkan menjadi pusat pemerintahan baru yang mendorong pertumbuhan di Indonesia Timur.
Apa yang menjadi tujuan utama Family Office adalah untuk mengelola dan mengembangkan kekayaan secara efektif. Memastikan transfer kekayaan yang terencana dan efisien lintas generasi (perencanaan warisan dan suksesi). Dimana Family Office menawarkan layanan yang sangat komprehensif dan personal, jauh melampaui apa yang ditawarkan oleh manajer investasi atau bank swasta biasa.
Family Office memiliki beberapa jenis:
Single-Family Office (SFO): Melayani hanya satu keluarga. Menawarkan layanan yang sangat personal dan kontrol penuh oleh keluarga.
Multi-Family Office (MFO): Melayani beberapa keluarga sekaligus. Lebih ekonomis karena biaya operasional dibagi, namun personalisasi layanan mungkin sedikit berkurang dibandingkan SFO.
Layanan utama yang biasanya disediakan oleh Family Office meliputi Manajemen Investasi: Pengelolaan portofolio investasi (saham, properti, private equity, dan banyak lagi), strategi investasi, dan diversifikasi aset.
Lalu ada juga perencanaan keuangan dan pajak: Perencanaan pajak yang optimal, kepatuhan pajak, dan strukturisasi keuangan keluarga. Perencanaan Warisan dan Tata Kelola Keluarga (Family Governance): Membantu menyusun struktur hukum untuk transfer kekayaan, mendirikan trust atau yayasan, serta mengatur hubungan dan nilai-nilai keluarga terkait kekayaan.
Layanan Administrasi Harian: Pengelolaan akuntansi dan penggajian staf rumah tangga, pembayaran tagihan, dan administrasi properti. Manajemen Gaya Hidup (Lifestyle Management): Mengurus perjalanan, pembelian aset mewah (seperti kapal pesiar atau jet pribadi), hingga mengelola staf rumah tangga. Filantropi: Mengkoordinasikan kegiatan amal dan yayasan keluarga.
Negara-negara seperti Singapura, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa telah lama memiliki pengalaman dengan family office. Banyak keluarga besar di negara-negara tersebut menggunakan layanan ini untuk mengelola kekayaan mereka dengan lebih efektif.
Namun rencana pembentukan Family Office di Indonesia dihadapkan pada pro dan kontra. Rencana pembentukan Wealth Management Center atau Family Office di Tanah Air dinilai berdampak positif karena Indonesia dapat mengadopsi manfaat seperti struktur organisasi yang jelas dan transparan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, diversifikasi investasi.
Family Office diyakini dapat meningkatkan investasi dalam negeri hingga pada akhirnya mengangkat perekonomian nasional, lalu efek lainnya yakni peningkatan keahlian di sektor keuangan, dan stabilitas pasar keuangan.
Dengan mengalokasikan dana yang dikelola ke berbagai sektor ekonomi, family office dapat meningkatkan investasi dalam negeri, mendorong perkembangan profesional di sektor keuangan, dan meningkatkan standar pengelolaan kekayaan di Indonesia. Manajemen risiko yang lebih baik juga berkontribusi pada peningkatan stabilitas pasar keuangan.
Awas Pencucian Uang
Di sisi lain ada kekhawatiran terkait rencana pengembangan family office di Indonesia untuk menjaring uang milik konglomerat, baik dari dalam maupun luar negeri. Wacana ini dikeluarkan dengan harapan masuknya dana dari para konglomerat tersebut akan membantu membiayai pembangunan ekonomi nasional.
Namun demikian, tak semua sepakat dengan wacana tersebut. Pendirian family office di Indonesia dinilai perlu pertimbangan matang. Baca Juga: Terungkap Alasan Luhut Ngebet Minta Jokowi Bikin Family Office
Sebab, kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, family office bisa menjadi "rumah nyaman" untuk tindak pidana pencucian uang. Pasalnya, penegakan hukum di Indonesia, utamanya di sektor keuangan, masih tergolong lemah.
"Pencucian uang dan tindak pidana lintas negara di Indonesia masih marak, terbukti nilai transaksi judi online tembus Rp600 triliun yang sebagian melibatkan yurisdiksi negara lain seperti Kamboja," ujar Bhima pada 2024 lalu.
Bhima menjelaskan, family office ini nantinya akan menjadi semacam manajer investasi. Namun, berbeda dengan manajer investasi biasa, ada kelebihan berupa kerahasian data yang lebih ketat hingga pembebasan pajak, seperti yang dijanjikan oleh Pemerintah.
"Kalau pengawasan sektor keuangan lemah maka family office pun khawatir bisa ikut terseret dugaan pencucian uang," tandasnya.
Family Office merupakan sebuah perusahaan swasta yang didirikan untuk mengelola kekayaan, investasi, dan kebutuhan finansial lainnya dari individu atau keluarga yang memiliki kekayaan bersih sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals/families). Biasanya dengan aset minimal puluhan juta hingga ratusan juta dolar.
Mengelola keuangan pribadi menjadi sebuah tantangan, terlebih jika terkait keluarga dengan kekayaan berlimpah, atau yang dijuluki crazy rich. Di sinilah peran family office menjadi dibutuhkan.
Baca Juga: Ogah Bayarin Proyek Family Office, Menkeu Purbaya: Kalau Mau Saya Doain
Banyaknya crazy rich di Tanah Air, menjadi dasar Pemerintah Indonesia berencana membuka family office dalam mengelola kekayaan. Pemerintah berencana menempatkan family office di dua lokasi, yaitu Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bali dipilih karena telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sementara IKN diharapkan menjadi pusat pemerintahan baru yang mendorong pertumbuhan di Indonesia Timur.
Apa yang menjadi tujuan utama Family Office adalah untuk mengelola dan mengembangkan kekayaan secara efektif. Memastikan transfer kekayaan yang terencana dan efisien lintas generasi (perencanaan warisan dan suksesi). Dimana Family Office menawarkan layanan yang sangat komprehensif dan personal, jauh melampaui apa yang ditawarkan oleh manajer investasi atau bank swasta biasa.
Family Office memiliki beberapa jenis:
Single-Family Office (SFO): Melayani hanya satu keluarga. Menawarkan layanan yang sangat personal dan kontrol penuh oleh keluarga.
Multi-Family Office (MFO): Melayani beberapa keluarga sekaligus. Lebih ekonomis karena biaya operasional dibagi, namun personalisasi layanan mungkin sedikit berkurang dibandingkan SFO.
Layanan utama yang biasanya disediakan oleh Family Office meliputi Manajemen Investasi: Pengelolaan portofolio investasi (saham, properti, private equity, dan banyak lagi), strategi investasi, dan diversifikasi aset.
Lalu ada juga perencanaan keuangan dan pajak: Perencanaan pajak yang optimal, kepatuhan pajak, dan strukturisasi keuangan keluarga. Perencanaan Warisan dan Tata Kelola Keluarga (Family Governance): Membantu menyusun struktur hukum untuk transfer kekayaan, mendirikan trust atau yayasan, serta mengatur hubungan dan nilai-nilai keluarga terkait kekayaan.
Layanan Administrasi Harian: Pengelolaan akuntansi dan penggajian staf rumah tangga, pembayaran tagihan, dan administrasi properti. Manajemen Gaya Hidup (Lifestyle Management): Mengurus perjalanan, pembelian aset mewah (seperti kapal pesiar atau jet pribadi), hingga mengelola staf rumah tangga. Filantropi: Mengkoordinasikan kegiatan amal dan yayasan keluarga.
Negara-negara seperti Singapura, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa telah lama memiliki pengalaman dengan family office. Banyak keluarga besar di negara-negara tersebut menggunakan layanan ini untuk mengelola kekayaan mereka dengan lebih efektif.
Namun rencana pembentukan Family Office di Indonesia dihadapkan pada pro dan kontra. Rencana pembentukan Wealth Management Center atau Family Office di Tanah Air dinilai berdampak positif karena Indonesia dapat mengadopsi manfaat seperti struktur organisasi yang jelas dan transparan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, diversifikasi investasi.
Family Office diyakini dapat meningkatkan investasi dalam negeri hingga pada akhirnya mengangkat perekonomian nasional, lalu efek lainnya yakni peningkatan keahlian di sektor keuangan, dan stabilitas pasar keuangan.
Dengan mengalokasikan dana yang dikelola ke berbagai sektor ekonomi, family office dapat meningkatkan investasi dalam negeri, mendorong perkembangan profesional di sektor keuangan, dan meningkatkan standar pengelolaan kekayaan di Indonesia. Manajemen risiko yang lebih baik juga berkontribusi pada peningkatan stabilitas pasar keuangan.
Awas Pencucian Uang
Di sisi lain ada kekhawatiran terkait rencana pengembangan family office di Indonesia untuk menjaring uang milik konglomerat, baik dari dalam maupun luar negeri. Wacana ini dikeluarkan dengan harapan masuknya dana dari para konglomerat tersebut akan membantu membiayai pembangunan ekonomi nasional.
Namun demikian, tak semua sepakat dengan wacana tersebut. Pendirian family office di Indonesia dinilai perlu pertimbangan matang. Baca Juga: Terungkap Alasan Luhut Ngebet Minta Jokowi Bikin Family Office
Sebab, kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, family office bisa menjadi "rumah nyaman" untuk tindak pidana pencucian uang. Pasalnya, penegakan hukum di Indonesia, utamanya di sektor keuangan, masih tergolong lemah.
"Pencucian uang dan tindak pidana lintas negara di Indonesia masih marak, terbukti nilai transaksi judi online tembus Rp600 triliun yang sebagian melibatkan yurisdiksi negara lain seperti Kamboja," ujar Bhima pada 2024 lalu.
Bhima menjelaskan, family office ini nantinya akan menjadi semacam manajer investasi. Namun, berbeda dengan manajer investasi biasa, ada kelebihan berupa kerahasian data yang lebih ketat hingga pembebasan pajak, seperti yang dijanjikan oleh Pemerintah.
"Kalau pengawasan sektor keuangan lemah maka family office pun khawatir bisa ikut terseret dugaan pencucian uang," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :