Terungkap Alasan Luhut Ngebet Minta Jokowi Bikin Family Office
Senin, 01 Juli 2024 - 20:23 WIB
loading...
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, alasan di balik ambisi pemerintah membangun family office di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, alasan di balik ambisi pemerintah membangun family office di Indonesia. Luhut menyebutkan saat ini ada 2 negara di Asia yang memiliki family office terbanyak, pertama Singapura dengan 1.500 family office, kedua Hongkong memiliki sekitar 1.400 family office.
Baca Juga: Luhut Ingin Renovasi Kantor, Anggaran Minta Ditambah Rp212 Miliar
Banyak uang milik orang-orang kaya yang disimpan di family office tersebut, hingga akhirnya berdampak pada pembangunan yang terjadi di kedua negara tersebut. Namun demikian, Luhut menilai saat ini kedua Negara tersebut, baik Singapura dan Hongkong saat ini tengah mengalami perubahan dan konflik di masing-masing negara.
Hongkong mengalami peningkatan tensi Geopolitik, sedang Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi. "Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor," kata Luhut mengutip unggahan yang dibagikan melalui akun instagram pribadinya, Senin (1/7/2024).
Baca Juga: Luhut Akui Kesal dengan Mantan Kepala dan Wakil Otorita IKN Sebelum Mengundurkan Diri
Baca Juga: Luhut Ingin Renovasi Kantor, Anggaran Minta Ditambah Rp212 Miliar
Banyak uang milik orang-orang kaya yang disimpan di family office tersebut, hingga akhirnya berdampak pada pembangunan yang terjadi di kedua negara tersebut. Namun demikian, Luhut menilai saat ini kedua Negara tersebut, baik Singapura dan Hongkong saat ini tengah mengalami perubahan dan konflik di masing-masing negara.
Hongkong mengalami peningkatan tensi Geopolitik, sedang Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi. "Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor," kata Luhut mengutip unggahan yang dibagikan melalui akun instagram pribadinya, Senin (1/7/2024).
Baca Juga: Luhut Akui Kesal dengan Mantan Kepala dan Wakil Otorita IKN Sebelum Mengundurkan Diri
Lihat Juga :