Investasi Rp1.434 Triliun Masuk ke RI di 9 Bulan Pertama 2025, Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 13:36 WIB
loading...
Investasi Rp1.434 Triliun...
Realisasi investasi Indonesia dalam sembilan bulan pertama 2025 (Januari - September) mencapai Rp1.434,3 triliun atau 75,3% dari target tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani melaporkan, realisasi investasi Indonesia dalam sembilan bulan pertama 2025 (Januari - September) mencapai Rp1.434,3 triliun, atau 75,3% dari target tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.Rosan menyebut angka ini tumbuh 13,7% secara tahunan (year on year) dan berhasil menyerap 1,95 juta tenaga kerja Indonesia. Total tenaga kerja yang berhasil terserap dari investasi ini sebesar sebanyak 1,9 juta orang.

"Memang kalau kita lihat target ini terus meningkat, dari setiap tahunnya. Peningkatan didasarkan juga oleh assement yang dilakukan oleh Bappenas, bagaimana kita mencoba mencapai target itu, karena kontribusi terhadap perekoomian sangat besar," ujar Rosan dalam konferensi Pers di Kantornya, Jumat (17/10/2025).

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi terbesar sebesar 55,1% atau Rp789,7 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 44,9% atau Rp644,6 triliun.

Baca Juga: Realisasi Investasi Capai Rp942,9 Triliun di Semester I-2025, Didominasi Investor Lokal

Berdasarkan persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan porsi 51,7% atau Rp741,8 triliun, sementara Jawa mencatat 48,3% atau Rp692,5 triliun, menunjukkan pemerataan arus investasi nasional.

Rosan menjabarkan dari sisi negara asal, Singapura menjadi investor terbesar dengan realisasi USD 12,6 miliar (31,3%), diikuti Hong Kong sebesar USD7,3 miliar (18%), China USD5,4 miliar (13,5%), Malaysia USD2,7 miliar (6,8%), dan Jepang USD2,3 miliar (5,8%).

Jika dilihat dari subsektor, baik PMA maupun PMDN sama-sama menunjukkan dominasi investasi pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp196,4 triliun (13,7%).

Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di posisi kedua dengan nilai Rp163,3 triliun (11,4%), diikuti pertambangan Rp158,1 triliun (11%), jasa lainnya Rp130 triliun (9,1%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp105,2 triliun (7,3%).

Untuk PMA secara spesifik, industri logam dasar tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD10,8 miliar atau 26,8% dari total PMA, disusul pertambangan USD3,5 miliar, jasa lainnya USD3,4 miliar, industri kimia dan farmasi USD2,6 miliar, serta transportasi dan telekomunikasi USD2,5 miliar.

Baca Juga: Asing Tak Lagi Mendominasi, Ini 5 Besar Subsektor Realisasi Investasi Rp465,2 Triliun

Sementara itu, di sisi PMDN, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menempati urutan pertama dengan realisasi Rp123,9 triliun (15,7%), diikuti pertambangan Rp101,5 triliun (12,8%), perdagangan dan reparasi Rp76,2 triliun (9,7%), perumahan dan kawasan industri Rp76,1 triliun (9,6%), serta jasa lainnya Rp76 triliun (9,6%).

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menujukan, 5 negara kontributor terbesar PMA Indonesia datang dari Singapura yang menyumbang USD12,6 miliar, Hongkong USD7,3, China USD5,4 miliar, Malaysia USD2,7 miliar, dan Jepang USD2,3 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Berita Terkini
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
AQUA Masih Dominasi...
AQUA Masih Dominasi Penjualan Air Mineral di Berbagai Kota Besar
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Riset Ungkap Pendapatan...
Riset Ungkap Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Bukti Pemberdayaan UMKM Efektif
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Infografis
Tenaga Kerja Asing Dilarang...
Tenaga Kerja Asing Dilarang Masuk ke Indonesia Mulai 21 Juli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved