Franchise dan License Expo Indonesia 2025 Resmi Dibuka
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan itu, Bapak Temmy Satya Permana selaku Deputi Bidang Usaha Kecil Republik Indonesia menambahkan bahwa sektor UMKM, yang kini menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 60% terhadap PDB, memiliki potensi besar untuk naik kelas melalui kemitraan yang terarah. “FLEI menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha kecil untuk bermitra, berinovasi, dan memperluas pasar. Dengan dukungan sistem waralaba dan lisensi, UMKM dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya dan memperkuat struktur ekonomi nasional,” ujar Temmy.
Tren Ekonomi & Peluang Usaha 2025–2026: Fleksibilitas dan Inovasi Jadi Kunci
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,1–5,4% pada 2025, sektor kemitraan dan waralaba dipandang sebagai motor baru dalam mendorong pertumbuhan usaha baru. Levita Ginting Supit, Ketua Umum Perhimpunan WALI, menilai tren bisnis kini semakin menekankan fleksibilitas dan inovasi model usaha. “Kini masyarakat ingin berbisnis dengan sistem yang siap pakai dan efisien. Melalui waralaba, mereka bisa belajar, berinvestasi, dan membangun usaha dengan risiko yang lebih terukur,” jelas Levita.
Sementara itu Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor, menambahkan bahwa peluang ekspor dan kolaborasi global semakin terbuka bagi brand lokal. “Brand-brand dan produk Indonesia kini makin diminati di pasar internasional. Melalui FLEI, kami membuka ruang bagi pelaku bisnis lokal untuk memperluas jejaring dan menembus pasar ekspor,” ujarnya.
FLEI Business Conference & Program Unggulan
Sebagai bagian dari pameran, FLEI Business Conference 2025 menghadirkan forum inspiratif bersama praktisi dan tokoh bisnis seperti Theo Derick, Liana Oktavia, Burang Riyadi, Evi Diah P, dan Klemens Rahardja, yang akan membahas inovasi kemitraan, kepemimpinan, serta strategi ekspansi secara lebih mendalam.
Tren Ekonomi & Peluang Usaha 2025–2026: Fleksibilitas dan Inovasi Jadi Kunci
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,1–5,4% pada 2025, sektor kemitraan dan waralaba dipandang sebagai motor baru dalam mendorong pertumbuhan usaha baru. Levita Ginting Supit, Ketua Umum Perhimpunan WALI, menilai tren bisnis kini semakin menekankan fleksibilitas dan inovasi model usaha. “Kini masyarakat ingin berbisnis dengan sistem yang siap pakai dan efisien. Melalui waralaba, mereka bisa belajar, berinvestasi, dan membangun usaha dengan risiko yang lebih terukur,” jelas Levita.
Sementara itu Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor, menambahkan bahwa peluang ekspor dan kolaborasi global semakin terbuka bagi brand lokal. “Brand-brand dan produk Indonesia kini makin diminati di pasar internasional. Melalui FLEI, kami membuka ruang bagi pelaku bisnis lokal untuk memperluas jejaring dan menembus pasar ekspor,” ujarnya.
FLEI Business Conference & Program Unggulan
Sebagai bagian dari pameran, FLEI Business Conference 2025 menghadirkan forum inspiratif bersama praktisi dan tokoh bisnis seperti Theo Derick, Liana Oktavia, Burang Riyadi, Evi Diah P, dan Klemens Rahardja, yang akan membahas inovasi kemitraan, kepemimpinan, serta strategi ekspansi secara lebih mendalam.
Lihat Juga :