Purbaya Ungkap Isi Pertemuan dengan Wapres: Menyuarakan Keresahan Pemimpin Daerah Soal TKD
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 18:18 WIB
loading...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan isi pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jumat (17/10/2025). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan isi pertemuannya dengan Wakil Presiden ( Wapres ), Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jumat (17/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, Gibran dikatakan menyampaikan kegelisahan sejumlah pemerintah daerah (pemda) terkait pemotongan transfer ke daerah (TKD) tahun depan.
“Pak Wapres biasa diskusi tentang masalah ekonomi secara umum dan dia menyuarakan keresahan dari pemimpin-pemimpin daerah yang anggarannya dipotong,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10).
Sebagaimana diketahui, pagu anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Sebelum Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, anggaran TKD disusun sebesar Rp650 triliun, turun signifikan dari Rp919,9 triliun pada 2025.
Baca Juga: Diprotes Gubernur se-Indonesia, Purbaya: TKD Bisa Naik Lagi Kalau Ekonomi Pulih
Setelah resmi menjabat, Purbaya menambah alokasi TKD sebesar Rp43 triliun yang kemudian disetujui oleh DPR. Namun menurutnya, Gibran tetap berharap adanya tambahan anggaran untuk memperkuat fiskal daerah.
“Untuk memitigasi itu saya pikir dalam jangka pendek saya enggak bisa apa-apa. Saya paling minta mereka, pemda, merapikan kinerja dulu,” jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Diprotes Gubernur Se-Indonesia usai Sunat Transfer ke Daerah: Minta Semuanya Ditanggung
Meski begitu, Purbaya menegaskan peluang untuk menambah anggaran TKD masih terbuka. Purbaya menyebut, jika perekonomian nasional terus membaik dan pertumbuhan ekonomi daerah merata, maka alokasi TKD bisa kembali ditingkatkan.
“Triwulan ketiga nanti kita hitung ulang. Kalau ekonomi bagus, kita akan tingkatkan juga berapa yang bisa dibagi ke daerah,” ungkap dia.
“Pak Wapres biasa diskusi tentang masalah ekonomi secara umum dan dia menyuarakan keresahan dari pemimpin-pemimpin daerah yang anggarannya dipotong,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10).
Sebagaimana diketahui, pagu anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Sebelum Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, anggaran TKD disusun sebesar Rp650 triliun, turun signifikan dari Rp919,9 triliun pada 2025.
Baca Juga: Diprotes Gubernur se-Indonesia, Purbaya: TKD Bisa Naik Lagi Kalau Ekonomi Pulih
Setelah resmi menjabat, Purbaya menambah alokasi TKD sebesar Rp43 triliun yang kemudian disetujui oleh DPR. Namun menurutnya, Gibran tetap berharap adanya tambahan anggaran untuk memperkuat fiskal daerah.
“Untuk memitigasi itu saya pikir dalam jangka pendek saya enggak bisa apa-apa. Saya paling minta mereka, pemda, merapikan kinerja dulu,” jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Diprotes Gubernur Se-Indonesia usai Sunat Transfer ke Daerah: Minta Semuanya Ditanggung
Meski begitu, Purbaya menegaskan peluang untuk menambah anggaran TKD masih terbuka. Purbaya menyebut, jika perekonomian nasional terus membaik dan pertumbuhan ekonomi daerah merata, maka alokasi TKD bisa kembali ditingkatkan.
“Triwulan ketiga nanti kita hitung ulang. Kalau ekonomi bagus, kita akan tingkatkan juga berapa yang bisa dibagi ke daerah,” ungkap dia.
(akr)
Lihat Juga :