Bencana Banjir Jadi Alarm, Asuransi Menjadi Kebutuhan
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 22:40 WIB
loading...
IFG melalui IFG Life juga menyediakan produk asuransi jiwa yang memberikan santunan bagi korban jiwa akibat bencana alam. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Banjir besar yang melanda Bali belum lama ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Tak hanya kendaraan bermotor yang terendam, banyak rumah mengalami kerusakan, aktivitas usaha terhenti, bahkan menelan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja, dan perlindungan asuransi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak usahanya Jasindo, Askrindo, IFG Life, dan Jasa Raharja Putera (JRP) hadir dengan beragam produk pertanggungan untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana.
Salah satu produk yang relevan dengan kondisi terkini adalah Asuransi Kendaraan Bermotor Jasindo dengan perluasan jaminan banjir. Produk ini memberikan perlindungan bagi pemilik kendaraan apabila mobil atau motornya mengalami kerusakan akibat terendam air. Selain itu, Jasindo juga menawarkan Asuransi Properti dengan jaminan banjir untuk melindungi rumah tinggal maupun tempat usaha dari kerusakan fisik yang ditimbulkan bencana.
Baca Juga: IFG Life Catat Pembayaran Klaim Lebih Rp22,5 Triliun hingga September 2025
Tak hanya sebatas perlindungan aset, IFG melalui IFG Life juga menyediakan produk asuransi jiwa yang memberikan santunan bagi korban jiwa akibat bencana alam. Proteksi ini memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki dukungan finansial untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang dan layak.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini, kata dia, menegaskan pentingnya asuransi sebagai alat mitigasi risiko finansial.
"Banjir Bali menjadi pengingat bahwa risiko bencana tidak dapat dihindari, tetapi kerugian bisa dikelola. Asuransi berfungsi sebagai financial shock absorber yang membantu masyarakat menjaga keberlangsungan hidup dan usaha," ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (17/10).
Selain produk perlindungan untuk individu, IFG melalui Jamkrindo dan Askrindo juga memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui skema penjaminan usaha. Upaya ini memastikan agar kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor produktif, tetap berjalan meski menghadapi risiko bencana atau ketidakpastian usaha.
Denny menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perlu terus ditingkatkan.
"Asuransi bukan hanya biaya tambahan, melainkan investasi atas ketenangan, perlindungan keluarga, dan keberlanjutan ekonomi di masa depan," ujar dia.
Baca Juga: Denpasar Dikepung Banjir, Underpass Dewa Ruci Bali Lumpuh
Dengan berbagai inovasi produk dan peran aktif BUMN asuransi, IFG berharap masyarakat semakin memahami bahwa perlindungan finansial merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi risiko kehidupan. Sebab, di tengah meningkatnya frekuensi bencana, asuransi menjadi perisai pertama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan nasional.
Sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak usahanya Jasindo, Askrindo, IFG Life, dan Jasa Raharja Putera (JRP) hadir dengan beragam produk pertanggungan untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana.
Salah satu produk yang relevan dengan kondisi terkini adalah Asuransi Kendaraan Bermotor Jasindo dengan perluasan jaminan banjir. Produk ini memberikan perlindungan bagi pemilik kendaraan apabila mobil atau motornya mengalami kerusakan akibat terendam air. Selain itu, Jasindo juga menawarkan Asuransi Properti dengan jaminan banjir untuk melindungi rumah tinggal maupun tempat usaha dari kerusakan fisik yang ditimbulkan bencana.
Baca Juga: IFG Life Catat Pembayaran Klaim Lebih Rp22,5 Triliun hingga September 2025
Tak hanya sebatas perlindungan aset, IFG melalui IFG Life juga menyediakan produk asuransi jiwa yang memberikan santunan bagi korban jiwa akibat bencana alam. Proteksi ini memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki dukungan finansial untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang dan layak.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini, kata dia, menegaskan pentingnya asuransi sebagai alat mitigasi risiko finansial.
"Banjir Bali menjadi pengingat bahwa risiko bencana tidak dapat dihindari, tetapi kerugian bisa dikelola. Asuransi berfungsi sebagai financial shock absorber yang membantu masyarakat menjaga keberlangsungan hidup dan usaha," ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (17/10).
Selain produk perlindungan untuk individu, IFG melalui Jamkrindo dan Askrindo juga memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui skema penjaminan usaha. Upaya ini memastikan agar kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor produktif, tetap berjalan meski menghadapi risiko bencana atau ketidakpastian usaha.
Denny menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perlu terus ditingkatkan.
"Asuransi bukan hanya biaya tambahan, melainkan investasi atas ketenangan, perlindungan keluarga, dan keberlanjutan ekonomi di masa depan," ujar dia.
Baca Juga: Denpasar Dikepung Banjir, Underpass Dewa Ruci Bali Lumpuh
Dengan berbagai inovasi produk dan peran aktif BUMN asuransi, IFG berharap masyarakat semakin memahami bahwa perlindungan finansial merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi risiko kehidupan. Sebab, di tengah meningkatnya frekuensi bencana, asuransi menjadi perisai pertama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan nasional.
(nng)
Lihat Juga :