PPN DTP dan Relaksasi SLIK Bangkitkan Optimisme Pasar Properti
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Ada sekitar 185 industri manufaktur yang terkait dengan sektor properti, dan industri-industri tersebut turut memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Hal itu belum termasuk kaitan bisnis properti dengan UMKM seperti penjual makanan dan minuman, toko bahan bangunan, toko perabotan/furnitur dan sebagainya. “Pak Menteri Purbaya cermat sekali dalam membaca peluang sektor mana yang bisa cepat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
REI berharap investasi di sektor properti akan terus meningkat. Sepanjang semester I-2025 investasi di sektor properti tercatat mencapai Rp75 triliun, dan diyakini mampu meningkat menjadi sekitar Rp80 triliun atau lebih di tahun 2026 berkat kebijakan yang mendukung optimisme pasar properti. Terkait sikap Menteri Purbaya yang mendukung upaya mencari solusi untuk merelaksasi ketentuan SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan) sehingga memungkinkan lebih banyak orang dapat mengakses pembiayaan perbankan, REI sangat mengapresiasi.
“Perlu ada kebijakan yang bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah seleksi kredit yang ketat selama ini di perbankan. Supaya misalnya ada kelonggaran (relaksasi) aturan untuk kasus tertentu, agar lebih banyak orang terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memperoleh KPR,” ujarnya.
Baca Juga: REI Beberkan Kontribusi Sektor Properti Terhadap Perekonomian
Program 3 Juta Rumah REI terus berkomitmen mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah yang juga ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya termasuk mendorong target penyediaan 2 juta rumah bagi masyarakat di pedesaan dan pesisir dapat segera berjalan. Menurut Joko Suranto, ada tiga hal penting yang dapat diperoleh dari geliat pembangunan 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir. Yakni penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat desa dan pesisir, peredaran uang yang akan menciptakan ruang pertumbuhan baru, serta mendorong hadirnya industri manufaktur di pedesaan yang memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Dia yakin pembangunan 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi minimal 1%. Sesuai riset REI, setiap investasi sebesar Rp125 triliun - Rp135 triliun akan memberikan kontribusi 0,5% bagi pertumbuhan ekonomi.
“Di semester I tahun ini saja investasi properti sudah Rp75 triliun, kalau 2 juta rumah ini berjalan maka investasi properti akan semakin kencang, setidaknya mencapai Rp140 triliun - Rp150 triliun,” paparnya.
REI berharap investasi di sektor properti akan terus meningkat. Sepanjang semester I-2025 investasi di sektor properti tercatat mencapai Rp75 triliun, dan diyakini mampu meningkat menjadi sekitar Rp80 triliun atau lebih di tahun 2026 berkat kebijakan yang mendukung optimisme pasar properti. Terkait sikap Menteri Purbaya yang mendukung upaya mencari solusi untuk merelaksasi ketentuan SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan) sehingga memungkinkan lebih banyak orang dapat mengakses pembiayaan perbankan, REI sangat mengapresiasi.
“Perlu ada kebijakan yang bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah seleksi kredit yang ketat selama ini di perbankan. Supaya misalnya ada kelonggaran (relaksasi) aturan untuk kasus tertentu, agar lebih banyak orang terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memperoleh KPR,” ujarnya.
Baca Juga: REI Beberkan Kontribusi Sektor Properti Terhadap Perekonomian
Program 3 Juta Rumah REI terus berkomitmen mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah yang juga ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya termasuk mendorong target penyediaan 2 juta rumah bagi masyarakat di pedesaan dan pesisir dapat segera berjalan. Menurut Joko Suranto, ada tiga hal penting yang dapat diperoleh dari geliat pembangunan 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir. Yakni penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat desa dan pesisir, peredaran uang yang akan menciptakan ruang pertumbuhan baru, serta mendorong hadirnya industri manufaktur di pedesaan yang memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Dia yakin pembangunan 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi minimal 1%. Sesuai riset REI, setiap investasi sebesar Rp125 triliun - Rp135 triliun akan memberikan kontribusi 0,5% bagi pertumbuhan ekonomi.
“Di semester I tahun ini saja investasi properti sudah Rp75 triliun, kalau 2 juta rumah ini berjalan maka investasi properti akan semakin kencang, setidaknya mencapai Rp140 triliun - Rp150 triliun,” paparnya.
Lihat Juga :