Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:58 WIB
loading...
Pekerja PNRE sedang mengecek PLTS yang di Lapangan Duri salah satu WK Rokan, Jumat (18/10). FOTO/Nanang W/SindoNews
A
A
A
DURI - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 25,7 megawatt peak (MWp) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. PLTS ini menjadi yang terbesar di lingkungan Pertamina Group dan berhasil menghemat biaya operasional hingga Rp50 miliar per tahun.
Koordinator PLTS Rokan, Suadi An'arih Sembiring, menjelaskan PLTS Zona Rokan dibangun di tiga lokasi strategis, yakni Rumbai, Duri, dan Dumai, dengan total produksi listrik mencapai 76,2 juta kilowatt hour (kWh) per tahun. Jumlah ini setara dengan kebutuhan listrik sekitar 7.600 rumah besar.
"PLTS Zona Rokan ini berperan besar dalam mendukung pengurangan emisi karbon hingga 78.396 ton CO₂ per tahun, setara dengan efek penanaman sekitar 1 juta pohon," ujar Suadi saat ditemui di PNRE Duri, Riau, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Menurut Suadi, listrik bersih yang dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk operasional kantor dan penerangan kompleks perumahan karyawan di WK Rokan. Dengan demikian, seluruh insan Pertamina ikut mendorong penerapan energi bersih dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menambahkan seluruh sistem PLTS dikelola oleh tim operator bersertifikat dan berpengalaman sehingga menjamin keandalan pasokan energi secara berkelanjutan. "Kami memastikan sistem ini tidak hanya efisien tetapi juga andal sepanjang waktu," ujarnya.
Lebih lanjut, penggunaan PLTS tersebut terbukti memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. "Dari hasil pengoperasian di tiga zona tersebut, kami mencatat penghematan hingga Rp50 miliar per tahun," ungkap Suadi.
Ia menambahkan kapasitas PLTS akan ditingkatkan menjadi 55,7 MWp untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di WK Rokan. "Energi bersih ini dalam jangka panjang akan menjadi tulang punggung operasional Zona Rokan sekaligus mendukung target pengurangan emisi dan kemandirian energi nasional," ujar Suadi.
Sementara, Analyst II Governance Relation Pertamina NRE, Arif Mulizar mengatakan pembangunan PLTS di WK Rokan merupakan bagian dari strategi besar Pertamina NRE untuk memperluas penerapan energi baru terbarukan di seluruh wilayah operasional Pertamina Group.
"Selain di Rokan, kami juga telah memasang panel surya di hampir seluruh kilang Pertamina di Indonesia. Energi surya sangat cocok dengan karakter iklim tropis Indonesia yang kaya sinar matahari sepanjang tahun," ujar Arif.
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Arif mengatakan investasi energi terbarukan memang membutuhkan biaya besar di awal, namun manfaatnya jangka panjang dan dapat memberikan efisiensi tinggi dengan dukungan kebijakan serta insentif pemerintah.
"Pertamina NRE akan terus berinovasi dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk pemanfaatan energi surya dan panas bumi sebagai langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan," tandas Arif.
Koordinator PLTS Rokan, Suadi An'arih Sembiring, menjelaskan PLTS Zona Rokan dibangun di tiga lokasi strategis, yakni Rumbai, Duri, dan Dumai, dengan total produksi listrik mencapai 76,2 juta kilowatt hour (kWh) per tahun. Jumlah ini setara dengan kebutuhan listrik sekitar 7.600 rumah besar.
"PLTS Zona Rokan ini berperan besar dalam mendukung pengurangan emisi karbon hingga 78.396 ton CO₂ per tahun, setara dengan efek penanaman sekitar 1 juta pohon," ujar Suadi saat ditemui di PNRE Duri, Riau, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Menurut Suadi, listrik bersih yang dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk operasional kantor dan penerangan kompleks perumahan karyawan di WK Rokan. Dengan demikian, seluruh insan Pertamina ikut mendorong penerapan energi bersih dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menambahkan seluruh sistem PLTS dikelola oleh tim operator bersertifikat dan berpengalaman sehingga menjamin keandalan pasokan energi secara berkelanjutan. "Kami memastikan sistem ini tidak hanya efisien tetapi juga andal sepanjang waktu," ujarnya.
Lebih lanjut, penggunaan PLTS tersebut terbukti memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. "Dari hasil pengoperasian di tiga zona tersebut, kami mencatat penghematan hingga Rp50 miliar per tahun," ungkap Suadi.
Ia menambahkan kapasitas PLTS akan ditingkatkan menjadi 55,7 MWp untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di WK Rokan. "Energi bersih ini dalam jangka panjang akan menjadi tulang punggung operasional Zona Rokan sekaligus mendukung target pengurangan emisi dan kemandirian energi nasional," ujar Suadi.
Sementara, Analyst II Governance Relation Pertamina NRE, Arif Mulizar mengatakan pembangunan PLTS di WK Rokan merupakan bagian dari strategi besar Pertamina NRE untuk memperluas penerapan energi baru terbarukan di seluruh wilayah operasional Pertamina Group.
"Selain di Rokan, kami juga telah memasang panel surya di hampir seluruh kilang Pertamina di Indonesia. Energi surya sangat cocok dengan karakter iklim tropis Indonesia yang kaya sinar matahari sepanjang tahun," ujar Arif.
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Arif mengatakan investasi energi terbarukan memang membutuhkan biaya besar di awal, namun manfaatnya jangka panjang dan dapat memberikan efisiensi tinggi dengan dukungan kebijakan serta insentif pemerintah.
"Pertamina NRE akan terus berinovasi dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk pemanfaatan energi surya dan panas bumi sebagai langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan," tandas Arif.
(nng)
Lihat Juga :