Ekonom Ragukan Efektivitas BLT Rp30 Triliun Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:07 WIB
loading...
Ekonom INDEF, Esther Sri Astuti menilai kebijakan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra belum akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mengumumkan tambahan anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat ( BLT Kesra ) senilai Rp30 triliun yang akan diberikan kepada 35 juta keluarga pada Oktober sampai Desember 2025. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan BLT akan cair pekan depan dan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta menstimulasi perekonomian.
Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menilai kebijakan tersebut belum akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi .
Baca Juga: Daya Beli Masih Lemah, BLT Diusulkan Lanjut Sampai Maret 2026
Menurutnya, program berbasis konsumsi seperti BLT hanya memberikan dorongan jangka pendek. Untuk memperkuat ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperbesar porsi kebijakan yang mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Menurut saya, program yang mendorong ekspor dan investasi akan jauh lebih efektif untuk menumbuhkan ekonomi. Jangan lupa juga pentingnya investasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi,” kata Esther saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (19/10/2025).
Esther menambahkan, peningkatan akses pendidikan gratis juga perlu diperluas agar Indonesia memiliki lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mendukung produktivitas nasional.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan BLT Kesra Tepat Waktu dan Sasaran, PosIND Petakan wilayah
"Perbuka lebar akses pendidikan gratis agar lebih banyak tenaga kerja skilled sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kalo hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga lewat pemberian BLT tidak akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menilai kebijakan tersebut belum akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi .
Baca Juga: Daya Beli Masih Lemah, BLT Diusulkan Lanjut Sampai Maret 2026
Menurutnya, program berbasis konsumsi seperti BLT hanya memberikan dorongan jangka pendek. Untuk memperkuat ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperbesar porsi kebijakan yang mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Menurut saya, program yang mendorong ekspor dan investasi akan jauh lebih efektif untuk menumbuhkan ekonomi. Jangan lupa juga pentingnya investasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi,” kata Esther saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (19/10/2025).
Esther menambahkan, peningkatan akses pendidikan gratis juga perlu diperluas agar Indonesia memiliki lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mendukung produktivitas nasional.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan BLT Kesra Tepat Waktu dan Sasaran, PosIND Petakan wilayah
"Perbuka lebar akses pendidikan gratis agar lebih banyak tenaga kerja skilled sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kalo hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga lewat pemberian BLT tidak akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :