Sander Parawira Nahkodai Paperdo 2025–2028, Dorong Inovasi Investasi Digital
Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:06 WIB
loading...
Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) Sander Parawira. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) Sander Parawira resmi terpilih sebagai Co-Chair Perkumpulan Agen Penjual Reksa Dana Online (Paperdo) periode 2025-2028 bersama Jessica Wijaya dari PT Sayakaya Lahir Batin.
Pemilihan pengurus baru Paperdo berlangsung pada Rabu (15/10) dalam rangkaian kegiatan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), yang menaungi sejumlah perkumpulan di industri reksa dana, seperti PWMII, AMII, ABKI, ABAPERDI, dan APII.
Sander Parawira menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dan perluasan akses investasi digital bagi masyarakat luas. “Masih banyak inisiatif yang bisa dilakukan untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai produk reksa dana. Dengan memperkuat peran digital, kita bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Baca Juga: Investor Pasar Modal Hampir 19 Juta Orang, Dirut BEI: Usia di Bawah 30 Tahun Mulai Aktif
Pria lulusan MS Computer Science dari Stanford University itu juga menekankan bahwa keamanan siber menjadi kunci utama dalam pengembangan produk investasi berbasis teknologi. "Inovasi di bidang teknologi harus diiringi dengan penguatan sistem keamanan siber. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan investor. Trust is the most expensive commodity in our industry," katanya.
Pemilihan pengurus baru Paperdo berlangsung pada Rabu (15/10) dalam rangkaian kegiatan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), yang menaungi sejumlah perkumpulan di industri reksa dana, seperti PWMII, AMII, ABKI, ABAPERDI, dan APII.
Sander Parawira menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dan perluasan akses investasi digital bagi masyarakat luas. “Masih banyak inisiatif yang bisa dilakukan untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai produk reksa dana. Dengan memperkuat peran digital, kita bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Baca Juga: Investor Pasar Modal Hampir 19 Juta Orang, Dirut BEI: Usia di Bawah 30 Tahun Mulai Aktif
Pria lulusan MS Computer Science dari Stanford University itu juga menekankan bahwa keamanan siber menjadi kunci utama dalam pengembangan produk investasi berbasis teknologi. "Inovasi di bidang teknologi harus diiringi dengan penguatan sistem keamanan siber. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan investor. Trust is the most expensive commodity in our industry," katanya.
Lihat Juga :