Bulan Inklusi Keuangan, Prudential Dorong Literasi Keuangan Perempuan Indonesia
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Siti Ma’rifah menambahkan konteks perempuan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak menjadikan literasi keuangan semakin penting. Dengan memahami cara mengelola keuangan rumah tangga, menabung, hingga berinvestasi, perempuan bisa membuat keputusan finansial yang cerdas.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Melalui workshop edukasi keuangan dalam program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia mengajak perempuan untuk memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Seperti memisahkan dana darurat dan tabungan harian, membedakan kebutuhan dan keinginan (needs vs wants), serta pentingnya menabung dan berinvestasi secara konsisten. Baca juga: Picu Kejahatan Finansial, Transaksi Judol Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun
Prudential berharap semakin banyak perempuan melek finansial dan mandiri, sehingga dapat menciptakan efek domino yang membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.
Sejak 2009, melalui program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia telah mengedukasi lebih dari 77.000 perempuan Indonesia dan menjangkau lebih dari 35 juta orang (awareness) melalui edukasi di media sosial. Bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, Prudential menyelenggarakan berbagai workshop, baik secara offline maupun online, di kota-kota prioritas yang ditetapkan OJK untuk Prudential sepanjang 2025, seperti Jakarta Utara, Pacitan, Blitar, dan Bondowoso.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Melalui workshop edukasi keuangan dalam program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia mengajak perempuan untuk memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Seperti memisahkan dana darurat dan tabungan harian, membedakan kebutuhan dan keinginan (needs vs wants), serta pentingnya menabung dan berinvestasi secara konsisten. Baca juga: Picu Kejahatan Finansial, Transaksi Judol Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun
Prudential berharap semakin banyak perempuan melek finansial dan mandiri, sehingga dapat menciptakan efek domino yang membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.
Sejak 2009, melalui program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia telah mengedukasi lebih dari 77.000 perempuan Indonesia dan menjangkau lebih dari 35 juta orang (awareness) melalui edukasi di media sosial. Bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, Prudential menyelenggarakan berbagai workshop, baik secara offline maupun online, di kota-kota prioritas yang ditetapkan OJK untuk Prudential sepanjang 2025, seperti Jakarta Utara, Pacitan, Blitar, dan Bondowoso.
(poe)
Lihat Juga :