Delegasi dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU di Loa Kulu

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:07 WIB
loading...
Delegasi dari 9 Negara...
Lebih dari 40 peserta dari sembilan negara meninjau langsung transformasi lahan pascatambang MHU di di Loa Kulu, Kutai Kartanegara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kawasan bekas tambang batu bara milik PT Multi Harapan Utama (MHU) di Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi pusat perhatian dunia. Lebih dari 40 peserta dari sembilan negara meninjau langsung transformasi lahan pascatambang tersebut yang kini berkembang menjadi kawasan agroindustri dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan itu merupakan bagian dari program International Climate Initiative – Just Energy Transition (IKI–JET) yang diinisiasi Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan diikuti delegasi dari Chile, Kolombia, Mongolia, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, India, Kazakhstan, dan Indonesia. Mereka juga didampingi perwakilan dari Kementerian ESDM, Kemenko Perekonomian, dan Bappenas.

Melalui kegiatan bertajuk International Capacity Development Program for Coal Regions in Transition, para peserta belajar langsung tentang praktik transisi energi berkeadilan di daerah penghasil batu bara termasuk bagaimana MHU memulihkan lahan pascatambang dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Kepala Teknik Tambang MHU Aris Subagyo menjelaskan bahwa transisi energi tidak hanya berbicara tentang beralih dari fosil ke energi baru, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar tambang tetap memiliki kehidupan yang layak. "Keberhasilan transisi energi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang bisa dibangun kembali di sepanjang prosesnya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: MHU dan TNI Sinergi Dorong Keberlanjutan Lahan Pascatambang

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pemberdayaan masyarakat (PPM), MHU melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti masyarakat, UMKM, koperasi, BUMDes, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan mencegah economic displacement akibat berakhirnya operasi tambang sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Hasilnya, berbagai inisiatif tumbuh dari lahan bekas tambang. Salah satunya BUMDes Sungai Payang yang kini memiliki omzet hingga Rp19 miliar dan menyerap lebih dari 200 tenaga kerja, termasuk perempuan kepala keluarga. Selain itu, pemberdayaan perempuan adat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai menghasilkan produk cokelat Rumah Cokelat Lung Anai—salah satu produk kakao pertama yang dikelola langsung oleh komunitas adat di Indonesia.

Baca Juga: MHU Berhasil Sulap Kolam Pascatambang Menjadi Sumber Air Bersih

Kolaborasi MHU bersama MMS Group Indonesia, PT Bramasta Sakti, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) juga menghasilkan penelitian tentang pemanfaatan pupuk organik “Biomasta” untuk budidaya sereh wangi di lahan bekas tambang. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.

"Transformasi sejati berawal dari manusia. Karena itu, setiap program kami berorientasi pada pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor agar komunitas sekitar tambang tetap tumbuh dan mandiri," kata Aris.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved