Seruan 5 Langkah Melindungi Industri Nasional dari Serbuan Baja Impor
Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, setop pemberian penerbitan surat persetujuan impor konstruksi baja; kelima, perketat pengawasan kontruksi baja impor HS Code 9406.XX dan 7308.XX oleh bea cukai
Menurut Budi Harta Winata, akar masalahnya adalah ketidakseimbangan struktural dalam perdagangan internasional akibat bea masuk nol persen yang menciptakan persaingan tidak adil. Budi mengatakan, pemberlakuan bea masuk nol persen untuk produk konstruksi baja jadi seperti rangka atap baja dan struktur konstruksi baja lainnya menciptakan distorsi pasar yang parah sehingga tukang las dalam negeri kehilangan pekerjaan.
"Ini seperti menyuruh petinju lokal bertarung tanpa sarung tangan melawan petinju dunia yang lengkap. Harga produk impor jadi ini 20-40 persen lebih murah karena desainnya yang tipis, sedangkan fabrikator dalam negeri harus mengikuti standar desain gempa yang diatur SNI," ucap Budi Harta Winata.
![Seruan 5 Langkah Melindungi Industri Nasional dari Serbuan Baja Impor]()
Fabrikator lokal, kata Budi, kini berada di ujung tanduk karena pasar produk jadi dikuasai baja impor murah. Banyak bengkel las dan pabrik fabrikasi skala kecil maupun menengah yang mengurangi produksi, bahkan terpaksa gulung tikar.
Menurut Budi Harta Winata, akar masalahnya adalah ketidakseimbangan struktural dalam perdagangan internasional akibat bea masuk nol persen yang menciptakan persaingan tidak adil. Budi mengatakan, pemberlakuan bea masuk nol persen untuk produk konstruksi baja jadi seperti rangka atap baja dan struktur konstruksi baja lainnya menciptakan distorsi pasar yang parah sehingga tukang las dalam negeri kehilangan pekerjaan.
"Ini seperti menyuruh petinju lokal bertarung tanpa sarung tangan melawan petinju dunia yang lengkap. Harga produk impor jadi ini 20-40 persen lebih murah karena desainnya yang tipis, sedangkan fabrikator dalam negeri harus mengikuti standar desain gempa yang diatur SNI," ucap Budi Harta Winata.

Fabrikator lokal, kata Budi, kini berada di ujung tanduk karena pasar produk jadi dikuasai baja impor murah. Banyak bengkel las dan pabrik fabrikasi skala kecil maupun menengah yang mengurangi produksi, bahkan terpaksa gulung tikar.
Lihat Juga :