Ada Stimulus, Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus Lebih 5,5%

Rabu, 22 Oktober 2025 - 08:02 WIB
loading...
Ada Stimulus, Purbaya...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada di atas 5,5%. Hal ini seiring dengan mulai mengalirnya dampak stimulus tambahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

“Sekitar di atas poin 5,5%, kan kita nggak pernah proyeksi di atas 5,5% sebelumnya kan. Kalau saya pikir 5,5% atau lebih sedikit,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Purbaya Ungkap Bakal Ada Penangkapan Mafia Besar-besaran, Siapa Mereka?

Menurut Purbaya, optimisme tersebut didasari oleh data terkini yang menunjukkan adanya kenaikan penjualan ritel berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), terutama pada September 2025.

Purbaya menilai peningkatan itu mulai mencerminkan dampak dari kebijakan stimulus yang sudah dijalankan pemerintah.

“Kalau saya lihat dari data, sepertinya data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, di September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya generalkan mulai terasa di sistem,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya memperkirakan bahwa bulan Oktober hingga Desember 2025 akan menunjukkan efek lanjutan dari tambahan dana bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah.

“Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih sebagai dampak yang terlihat di ekonomi. Kita akan lihat terus perkembangan akan seperti apa. Kalau masih kurang, saya akan tambah,” kata Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan adanya tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp30 triliun yang bersumber dari realokasi anggaran APBN.

Bantuan ini akan disalurkan kepada 35,04 juta penerima manfaat (KPM) dengan besaran Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025.

Purbaya membenarkan bahwa anggaran sebesar Rp30 triliun tersebut berasal dari APBN, dan menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang kuat untuk mendukung kebijakan itu.

“Ya anggaran dari kita, dari APBN. Kita kaya kok, jangan liatnya miskin, gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa langsung ke masyarakat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Gelombang Pemecatan Pegawai Kemenkeu Berlanjut, Purbaya: Kita Monitor!

Menurutnya, tambahan stimulus tersebut tidak hanya memberikan bantalan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah, tetapi juga menjadi dorongan langsung bagi konsumsi rumah tangga, yang merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan tambahan stimulus ini, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 bisa mendekati 5,7%, lebih tinggi dari proyeksi awal pemerintah yang berada di kisaran 5,2–5,5%.

“Jadi akan membuat yang penting. Kalau dengan seperti itu, saya bukan 5,5% lagi pertumbuhan ekonomi, itungan kita 5,67%. Hampir 5,7%,” ungkapnya optimistis.

Stimulus tambahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved