BPJS Kesehatan Minta Anggaran Rp20 Triliun, Purbaya: Bocor-bocor Dibetulin
Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Menkeu Purbaya juga menyoroti potensi teknologi BPJS Kesehatan, dengan memiliki 200 pegawai IT, Ia mendorong transformasi total. "Saya tertarik tadi gini, mereka punya IT yang besar rupanya 200 pegawai IT disana. Saya minta dibuat lebih profesional lagi," katanya.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem IT berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendeteksi kecurangan secara otomatis, sehingga operasional BPJS menjadi lebih efisien dan optimal.
"Sehingga segala macam butuh-butuh terintegrasi Indonesia Sehingga kalau ada standar yang clear, yang di-run oleh sistem IT yang berbasis AI. Sehingga kalau ada kecurangan, obatnya apa langsung detect semua Itu saya pikir nanti akan menarik ke depannya Itu yang saya harapkan nanti bisa mengurangi operasi dari BPJS sehingga lebih efisien dan optimal," papar Purbaya.
Secara terpisah Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mencari cara agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat terus berkelanjutan (sustain).
Ali Ghufron juga bangga menyampaikan, bahwa BPJS Kesehatan telah masuk nominasi penghargaan bergengsi. "Intinya kan kita masuk nominasi Nobel. Belum pernah loh institusi Indonesia masuk nominasi Nobel, baru BPJS Kesehatan. Jadi yang meng-create pekerjaan, kemudian memberikan dampak perlindungan sosial," kata Ali Ghufron.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem IT berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendeteksi kecurangan secara otomatis, sehingga operasional BPJS menjadi lebih efisien dan optimal.
"Sehingga segala macam butuh-butuh terintegrasi Indonesia Sehingga kalau ada standar yang clear, yang di-run oleh sistem IT yang berbasis AI. Sehingga kalau ada kecurangan, obatnya apa langsung detect semua Itu saya pikir nanti akan menarik ke depannya Itu yang saya harapkan nanti bisa mengurangi operasi dari BPJS sehingga lebih efisien dan optimal," papar Purbaya.
Secara terpisah Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mencari cara agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat terus berkelanjutan (sustain).
Ali Ghufron juga bangga menyampaikan, bahwa BPJS Kesehatan telah masuk nominasi penghargaan bergengsi. "Intinya kan kita masuk nominasi Nobel. Belum pernah loh institusi Indonesia masuk nominasi Nobel, baru BPJS Kesehatan. Jadi yang meng-create pekerjaan, kemudian memberikan dampak perlindungan sosial," kata Ali Ghufron.
Lihat Juga :