Mentan Amran Buka-bukaan Soal Produksi Beras Indonesia, Bakal Nomor 2 Terbesar Dunia
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 22:23 WIB
loading...
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, bahwa produksi beras Indonesia semakin mendekati ramalan Badan Pangan Dunia atau FAO. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, bahwa produksi beras Indonesia semakin mendekati ramalan Badan Pangan Dunia atau FAO. Diprediksi oleh FAO, kenaikan produksi beras Indonesia bakal menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah Brasil.
"FAO memprediksi kita memproduksi 35,6 juta ton beras. Tahun lalu 30 juta ton, berarti naik 5 juta ton kan. Hitungan kemarin kenaikan pendapatan petani juga naik," ungkap Mentan Amran saat podcast "8 Jam Nonstop Bicara Bangsa: Rapor Satu Tahun Asta Cita Prabowo–Gibran" yang disiarkan langsung di kanal YouTube SindoNews, Jumat (24/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Mentan membeberkan tren kenaikan produksi beras di beberapa negara. Dimana Brazil berada pada posisi pertama dengan kenaikan tertinggi, yang kemudian diikuti oleh Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Optimistis Swasembada Pangan, Mentan: 3 Bulan Lagi Tak Impor Beras
Sementara melihat data prediksi beras negara ASEAN menurut USDA Rice Outlook, Indonesia masih tidak ada lawan. Dalam artian, produksi beras Indonesia diprediksi paling tinggi yakni mencapai 34,6 juta ton, diikuti oleh Vietnam (26,5), Thailand (20,1), Filipina (12), Kamboja (7), Laos, dan kemudian Malaysia (1,7).
Pada kesempatan itu, Amran mengatakan sampai hari ini produksi beras sebesar 33,1 juta ton, sesuai dengan data BPS. Bahkan katanya produksi beras Indonesia dari Januari sampai November 2025 diperkirakan mencapai 34 juta ton.
"Jadi luar biasa, 33 (juta ton) hari ini. Masih ada satu bulan. Artinya Ramalan Amerika itu bisa 34,5 atau 6 di sini. Hampir tepatnya itu di atas 90 persen," ungkapnya.
Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan tren lonjakan signifikan dan mendekati proyeksi lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA).
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama 2024 (29,47 juta ton).
Data terbaru dari BPS ini semakin mendekatkan capaian produksi Indonesia dengan prediksi yang dikeluarkan baik oleh FAO maupun USDA. USDA menyebutkan bahwa produksi beras Indonesia diperkirakan akan mencapai 34,6 juta ton pada tahun ini.
Sementara FAO memprediksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada masa tanam 2025/2026. Baca Juga: Prabowo Pamer di PBB: Indonesia Swasembada Beras, Bakal Jadi Lumbung Pangan Dunia
Angka produksi Januari – November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun 2024, tapi sudah melampaui capaian selama kurun waktu tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, capaian produksi tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu 31,54 juta ton.
"Sekarang mungkin akhir tahun nanti, tutup buku, tertinggi juga sepanjang sejarah," ungkap Mentan Amran.
"FAO memprediksi kita memproduksi 35,6 juta ton beras. Tahun lalu 30 juta ton, berarti naik 5 juta ton kan. Hitungan kemarin kenaikan pendapatan petani juga naik," ungkap Mentan Amran saat podcast "8 Jam Nonstop Bicara Bangsa: Rapor Satu Tahun Asta Cita Prabowo–Gibran" yang disiarkan langsung di kanal YouTube SindoNews, Jumat (24/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Mentan membeberkan tren kenaikan produksi beras di beberapa negara. Dimana Brazil berada pada posisi pertama dengan kenaikan tertinggi, yang kemudian diikuti oleh Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Optimistis Swasembada Pangan, Mentan: 3 Bulan Lagi Tak Impor Beras
Sementara melihat data prediksi beras negara ASEAN menurut USDA Rice Outlook, Indonesia masih tidak ada lawan. Dalam artian, produksi beras Indonesia diprediksi paling tinggi yakni mencapai 34,6 juta ton, diikuti oleh Vietnam (26,5), Thailand (20,1), Filipina (12), Kamboja (7), Laos, dan kemudian Malaysia (1,7).
Pada kesempatan itu, Amran mengatakan sampai hari ini produksi beras sebesar 33,1 juta ton, sesuai dengan data BPS. Bahkan katanya produksi beras Indonesia dari Januari sampai November 2025 diperkirakan mencapai 34 juta ton.
"Jadi luar biasa, 33 (juta ton) hari ini. Masih ada satu bulan. Artinya Ramalan Amerika itu bisa 34,5 atau 6 di sini. Hampir tepatnya itu di atas 90 persen," ungkapnya.
Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan tren lonjakan signifikan dan mendekati proyeksi lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA).
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama 2024 (29,47 juta ton).
Data terbaru dari BPS ini semakin mendekatkan capaian produksi Indonesia dengan prediksi yang dikeluarkan baik oleh FAO maupun USDA. USDA menyebutkan bahwa produksi beras Indonesia diperkirakan akan mencapai 34,6 juta ton pada tahun ini.
Sementara FAO memprediksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada masa tanam 2025/2026. Baca Juga: Prabowo Pamer di PBB: Indonesia Swasembada Beras, Bakal Jadi Lumbung Pangan Dunia
Angka produksi Januari – November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun 2024, tapi sudah melampaui capaian selama kurun waktu tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, capaian produksi tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu 31,54 juta ton.
"Sekarang mungkin akhir tahun nanti, tutup buku, tertinggi juga sepanjang sejarah," ungkap Mentan Amran.
(akr)
Lihat Juga :