Purbaya Dikibulin, Laporan Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Starbucks Tidak Benar

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:30 WIB
loading...
Purbaya Dikibulin, Laporan...
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menerangkan, bahwa tidak semua laporan yang masuk melalui WhatsApp Lapor Pak Purbaya (LPP) benar adanya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menerangkan, bahwa tidak semua laporan yang masuk melalui WhatsApp “Lapor Pak Purbaya” (LPP) benar adanya. Sejumlah aduan bahkan terbukti tidak sesuai fakta di lapangan ketika dilakukan penyelidikan, seperti ketika ada laporan bahwa pegawai Bea Cukai nongkrong di Starbucks saat jam kerja.

"Ada aduan yang tidak benar, yaitu tidak benar bahwa (pegawai) Bea Cukai nongkrong. Yang saya bilang nongkrong di Starbucks tiap hari ternyata bukan Bea Cukai. Jadi bukan orang Bea Cukai ternyata," terang Menkeu Purbaya.

"Terus yang kedua juga tidak benar ada pungli kantor wilayah Tanjung Pinang. Laporan tersebut ternyata tentang pajak daerah. Ada lagi tidak benar Bea Cukai Marunda meminta pembayaran tidak resmi denda cukai," imbuhnya.

Baca Juga: Purbaya Ancam Pecat Pegawai Pajak dan Bea Cukai Jika Menyimpang Lagi

Lebih jauh, Menkeu Purbaya meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan LPP. Ia menegaskan bahwa konfirmasi resmi kepada pelapor hanya dilakukan melalui satu nomor, yakni 08159966662.

“Kalau ada yang menghubungi pelapor selain nomor itu, jangan dijawab, jangan dipercaya. Jadi kita akan hanya melakukan pakai nomor tunggal ini," tegasnya.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya akan turun langsung memantau proses penanganan aduan masyarakat yang masuk melalui kanal WhatsApp Lapor Pak Purbaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap laporan benar-benar ditindaklanjuti oleh jajaran Kementerian Keuangan.

Purbaya menegaskan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak terhadap petugas yang menangani laporan masyarakat. Ia menilai pengawasan langsung menjadi kunci agar sistem pengaduan berjalan efektif dan tidak disalahgunakan.

“Nanti sekali-sekali saya datangin orangnya. Dari berapa puluh (laporan), yang tadi saya datangin, benar nggak dia kerjanya. Sekali ketahuan dia ngibulin saya, selesai dia,” tegas Purbaya dalam konferensi pers, Jumat (25/10/2025).

Sambung Purbaya menambahkan, ia tidak akan segan untuk menghubungi langsung pelapor maupun petugas yang menangani aduan guna memastikan tindak lanjutnya benar-benar berjalan.

"Nanti setelah beberapa puluh kasus yang anda laporkan, saya akan datangin orangnya, saya telepon sendiri. Biar kontrolnya langsung dari saya, random, biar dia pusing,” pungkasnya.

Baca Juga: Respons Purbaya Saat Bea Cukai Digeledah Kejagung: Biar Aja

Untuk diketahui, LPP telah menerima sebanyak 28.390 laporan hanya dalam waktu lima hari sejak diluncurkan pada 15 Oktober 2025. Dari total laporan yang diterima, sebanyak 14.025 laporan telah diverifikasi, terdiri dari 722 aduan, 353 masukan, 432 pertanyaan, dan sekitar 12.000 laporan lainnya.

Sementara itu, sebanyak 14.365 laporan masih dalam proses verifikasi. Untuk ditindaklanjuti, sebanyak 437 laporan yang terdiri dari 239 masalah DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dan 198 DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
Rekomendasi
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gonzalo Plata Antar La Tri Menang dan Lolos ke Babak 32 Besar
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved