Kirim Karyawan ke China, DDPI Pelajari Revolusi Energi Hijau
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
“Sistem ini memungkinkan pemantauan panoramik seluruh pabrik, optimalisasi pembakaran otomatis, dan dan pembelajaran mesin untuk pemodelan emisi CO₂. Hasilnya, mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menurunkan jejak karbon,” ujar Sahman.
Yang Kai, Presiden Direktur DDPI menjelaskan, program pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari konsep “Komunitas Masa Depan Bersama Umat Manusia” yang diusung melalui Belt and Road Initiative.
“Pada paruh pertama 2025, keterlibatan energi dalam proyek BRI mencapai USD 42 miliar, meningkat 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Yang menggembirakan, investasi energi hijau mencapai rekor USD 9,7 miliar dengan kapasitas 11,9 GW energi terbarukan,” ungkap Yang Kai. Baca juga: Program Pelatihan di China, DDPI Dorong Inovasi dan Kolaborasi Internasional
Sejak komitmen China pada September 2021 untuk tidak lagi membangun pembangkit batubara baru di luar negeri, arah investasi pun bergeser ke energi hijau — membuktikan bahwa transisi energi dan kerja sama internasional dapat berjalan beriringan.
Lebih dari Sekadar Teknologi
Lebih lanjut Yang Kai mengungkapkan pelatihan di Universitas Normal Shenyang ini bukan sekadar transfer teknologi, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi. “Peserta belajar bagaimana tradisi berusia ribuan tahun – dari filosofi ‘Tong Zhou Gong Ji’ (dalam perahu yang sama) hingga keharmonisan alam — membentuk pendekatan Tiongkok terhadap inovasi berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam era krisis iklim global, program ini membuktikan bahwa Ketika pengetahuan dibagikan dengan tulus, ia akan menjadi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa untuk masa depan yang lebih hijau.
Yang Kai, Presiden Direktur DDPI menjelaskan, program pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari konsep “Komunitas Masa Depan Bersama Umat Manusia” yang diusung melalui Belt and Road Initiative.
“Pada paruh pertama 2025, keterlibatan energi dalam proyek BRI mencapai USD 42 miliar, meningkat 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Yang menggembirakan, investasi energi hijau mencapai rekor USD 9,7 miliar dengan kapasitas 11,9 GW energi terbarukan,” ungkap Yang Kai. Baca juga: Program Pelatihan di China, DDPI Dorong Inovasi dan Kolaborasi Internasional
Sejak komitmen China pada September 2021 untuk tidak lagi membangun pembangkit batubara baru di luar negeri, arah investasi pun bergeser ke energi hijau — membuktikan bahwa transisi energi dan kerja sama internasional dapat berjalan beriringan.
Lebih dari Sekadar Teknologi
Lebih lanjut Yang Kai mengungkapkan pelatihan di Universitas Normal Shenyang ini bukan sekadar transfer teknologi, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi. “Peserta belajar bagaimana tradisi berusia ribuan tahun – dari filosofi ‘Tong Zhou Gong Ji’ (dalam perahu yang sama) hingga keharmonisan alam — membentuk pendekatan Tiongkok terhadap inovasi berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam era krisis iklim global, program ini membuktikan bahwa Ketika pengetahuan dibagikan dengan tulus, ia akan menjadi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa untuk masa depan yang lebih hijau.
(poe)
Lihat Juga :