Kirim Karyawan ke China, DDPI Pelajari Revolusi Energi Hijau
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
Empat unit yang telah direnovasi di pembangkit tersebut juga mampu menghemat 470.000 ton batubara dan mengurangi 1,22 juta ton emisi CO₂ setiap musim semi.
Lebih mengesankan lagi, Pembangkit Listrik Ledong National Energy Corporation mencapai tingkat emisi debu hanya 1 mg/m³, jauh di bawah standar internasional. Sedangkan Pembangkit Listrik Huaxia Xiangxi di Guangdong mencatat konsumsi batubara terendah di dunia, hanya 267 gram per kWh untuk unit berkapasitas 1.240 MW.
Dari Limbah Menjadi Sumber Daya Baru
Salah satu peserta pelatihan asal DDPI, Chandra Duardo, mengungkapkan bahwa Tiongkok juga melakukan inovasi luar biasa dalam pengelolaan limbah pembangkit listrik.
“Mereka mengubah abu terbang menjadi bahan beton, keramik, dan bahkan media remediasi tanah. Gipsum desulfurisasi juga dimanfaatkan untuk bahan wallboard dan amandemen tanah pertanian,” jelas Chandra.
Pembangkit Listrik Teluk Meizhou, lanjutnya, bahkan telah mencapai nol pembuangan cairan dengan memanfaatkan 753.000 ton air limbah pada tahun 2024.
Selain itu, China juga mulai mengembangkan teknologi ko-pembakaran biomassa dan amonia hijau yang diproduksi dari kelebihan energi terbarukan.
Ini menjadi solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan batubara. Salah satunya, Pembangkit Listrik Zhili Changhe Zaozhou, mampu menghemat 2.900 ton batubara dan mengurangi 5.500 ton CO₂ per tahun melalui sistem ko-pembakaran biomassa cerdas.
Era Kecerdasan Buatan di Pembangkit Listrik
Peserta DDPI lainnya, Sahman Saragih, menuturkan bahwa salah satu hal paling menarik dari pelatihan ini adalah mempelajari transformasi cerdas pembangkit menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan Internet of Things (IoT).
Lebih mengesankan lagi, Pembangkit Listrik Ledong National Energy Corporation mencapai tingkat emisi debu hanya 1 mg/m³, jauh di bawah standar internasional. Sedangkan Pembangkit Listrik Huaxia Xiangxi di Guangdong mencatat konsumsi batubara terendah di dunia, hanya 267 gram per kWh untuk unit berkapasitas 1.240 MW.
Dari Limbah Menjadi Sumber Daya Baru
Salah satu peserta pelatihan asal DDPI, Chandra Duardo, mengungkapkan bahwa Tiongkok juga melakukan inovasi luar biasa dalam pengelolaan limbah pembangkit listrik.
“Mereka mengubah abu terbang menjadi bahan beton, keramik, dan bahkan media remediasi tanah. Gipsum desulfurisasi juga dimanfaatkan untuk bahan wallboard dan amandemen tanah pertanian,” jelas Chandra.
Pembangkit Listrik Teluk Meizhou, lanjutnya, bahkan telah mencapai nol pembuangan cairan dengan memanfaatkan 753.000 ton air limbah pada tahun 2024.
Selain itu, China juga mulai mengembangkan teknologi ko-pembakaran biomassa dan amonia hijau yang diproduksi dari kelebihan energi terbarukan.
Ini menjadi solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan batubara. Salah satunya, Pembangkit Listrik Zhili Changhe Zaozhou, mampu menghemat 2.900 ton batubara dan mengurangi 5.500 ton CO₂ per tahun melalui sistem ko-pembakaran biomassa cerdas.
Era Kecerdasan Buatan di Pembangkit Listrik
Peserta DDPI lainnya, Sahman Saragih, menuturkan bahwa salah satu hal paling menarik dari pelatihan ini adalah mempelajari transformasi cerdas pembangkit menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan Internet of Things (IoT).
Lihat Juga :