Indonesia Dorong Penguatan Institusi dan Peran Sentral RCEP di Pertemuan Leaders' Summit

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:43 WIB
loading...
Indonesia Dorong Penguatan...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/10). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan dan peran sentral Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dalam sistem perdagangan multilateral global. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/10).

Airlangga hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ASEAN ke-47 dan pertemuan terkait lainnya. Sebagai Country Coordinator RCEP, Indonesia memainkan peran strategis dalam mendorong arah kebijakan dan koordinasi antarnegara anggota.

RCEP merupakan perjanjian perdagangan terbesar di dunia yang mencakup 15 negara—10 anggota ASEAN dan lima mitra, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Perjanjian ini merepresentasikan 28,6 persen populasi dunia serta 28 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin negara membahas dua agenda utama, yakni arah strategis implementasi RCEP di tengah dinamika ekonomi global serta penyusunan Joint Leaders’ Statement on RCEP. Dokumen itu menegaskan kembali komitmen negara anggota terhadap prinsip perdagangan internasional yang terbuka, transparan, adil, dan berbasis aturan (rule-based system) sebagaimana diatur dalam kerangka World Trade Organization (WTO).

Baca Juga: KTT ASEAN Plus Three, Prabowo Dorong Kerja Sama Konkret dan Integrasi Kawasan

Dalam sesi intervensi pembukaan, Airlangga mendorong pembentukan Sekretariat RCEP sebagai langkah konkret memperkuat koordinasi, meningkatkan transparansi, dan memastikan keberlanjutan kerja sama ekonomi kawasan. Ia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Sekretariat RCEP di Jakarta.

"Sekretariat RCEP akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat institusi dan efektivitas kerja sama ekonomi di kawasan, sekaligus memastikan RCEP tetap relevan menghadapi perubahan global," ujar Airlangga dalam keterangan pers, Senin (27/10).

Para pemimpin RCEP kemudian sepakat untuk mengadopsi Leaders’ Statement secara resmi, yang menegaskan kembali komitmen bersama memperkuat sistem perdagangan multilateral dan menjaga pasar tetap terbuka, bebas, serta berbasis aturan. Mereka juga sepakat untuk mengurangi hambatan perdagangan, memperkuat fasilitasi investasi, dan mendukung reformasi domestik di masing-masing negara anggota guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

Baca Juga: Prabowo: Sinergi Digital ASEAN–Korsel Berpeluang Ciptakan Nilai Ekonomi Rp16.620 Triliun

Selain menekankan sentralitas ASEAN dalam struktur kerja sama kawasan, para pemimpin juga menyepakati sejumlah langkah konkret ke depan. Di antaranya, implementasi penuh Perjanjian RCEP, percepatan proses aksesi bagi calon anggota baru seperti Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, dan Chile, serta pembentukan Sekretariat RCEP sebagai pilar kelembagaan baru.

Untuk menjaga relevansi perjanjian terhadap dinamika ekonomi dunia, RCEP juga akan melaksanakan General Review yang dijadwalkan dimulai pada 2027. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penguatan lanjutan terhadap integrasi ekonomi kawasan dan peningkatan peran RCEP dalam sistem perdagangan global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved