Kinerja Solid, TBS Energi Perkuat Fondasi Bisnis Hijau

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:59 WIB
loading...
Kinerja Solid, TBS Energi...
TBS Energi Utama melanjutkan langkah transformasi menuju bisnis hijau dengan memasuki fase konsolidasi dan penguatan operasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) melanjutkan langkah transformasi menuju bisnis hijau dengan memasuki fase konsolidasi dan penguatan operasional pada kuartal III 2025. Setelah menuntaskan divestasi dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), perseroan kini fokus membangun fondasi usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan bernilai jangka panjang.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, TBS mencatat pendapatan konsolidasian sebesar USD 288,2 juta, turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi fluktuasi harga batu bara. Meski demikian, transformasi menuju portofolio hijau menunjukkan hasil yang semakin konkret.

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis hijau.

“Kami telah menuntaskan fase transformasi dan kini fokus pada penguatan operasional di seluruh pilar hijau. Dengan kas yang kuat, struktur keuangan yang sehat, dan arah strategi yang jelas, TBS siap melangkah ke fase optimalisasi profitabilitas dan sinergi antar pilar pada 2026,” ujar dia keterangan resmi, Selasa (28/10).

Baca Juga: TBS Energi Tumbuh Positif di Tengah Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Ia menegaskan ketahanan kinerja TBS tetap terjaga di tengah fluktuasi harga batu bara. “EBITDA kami tetap kuat, terutama berkat kontribusi segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik. Ini menunjukkan bahwa portofolio hijau TBS tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin matang secara operasional,” kata Juli.

Segmen pengelolaan limbah kini menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 39 persen dari total pendapatan, atau melonjak hingga 1.048 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara lini kendaraan listrik dan energi terbarukan juga mencatat pertumbuhan positif, menegaskan arah bisnis TBS yang semakin hijau.

Kinerja keuangan tahun ini turut dipengaruhi oleh rugi non-tunai (non-kas) yang bersifat satu kali dan tidak berulang, terutama akibat transaksi divestasi PLTU dan biaya akuisisi bisnis hijau. Namun, hasil divestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi kas TBS dan menjadi modal ekspansi ke sektor berkelanjutan.

Tanpa memperhitungkan dampak transaksi non-recurring tersebut dan penurunan harga komoditas batu bara, TBS mencatat keuntungan sekitar usd 1,8 juta dengan Adjusted EBITDA sebesar usd 31,8 juta. Capaian ini mencerminkan efisiensi operasional dan kemajuan signifikan dalam proses transformasi bisnis hijau perseroan.

Hingga akhir kuartal ketiga 2025, posisi kas TBS mencapai usd 89 juta, meningkat dari usd 68 juta di akhir 2024. Peningkatan itu didorong oleh hasil divestasi serta penerbitan instrumen Sukuk Wakalah dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2025. Dengan total utang yang terkendali, struktur keuangan TBS dinilai cukup sehat untuk menopang ekspansi pilar-pilar hijau berikutnya.

Salah satu tonggak penting pada paruh kedua tahun ini adalah peluncuran identitas baru CORA Environment, menggantikan Sembcorp Environment di Singapura. Melalui CORA, TBS memperluas kemampuan pengelolaan limbah berbasis teknologi waste-to-energy di tingkat regional dan mempercepat alih teknologi ke Indonesia.

Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam

CORA kini diperkuat lebih dari 700 karyawan dan 300 armada operasional, yang melayani pengumpulan, daur ulang, insinerasi, dan pemulihan sumber daya berbasis digital. Dalam lima tahun ke depan, CORA menyiapkan investasi lebih dari S$200 juta untuk memperkuat jaringan pengelolaan limbah, termasuk pembangunan fasilitas recycling yang ditargetkan rampung pada 2026.

Bisnis pengelolaan limbah TBS yang dimulai sejak 2018 kini menunjukkan hasil yang kian menjanjikan, terutama setelah ekspansi ke pasar Singapura. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi TBS untuk menargetkan ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Fokusnya meliputi pengembangan infrastruktur waste-to-energy, recycling, dan kerja sama lintas kebijakan lingkungan.

Di sisi lain, anak usaha Electrum terus memperluas ekosistem transportasi rendah emisi. Hingga September 2025, lebih dari 6.400 motor listrik telah beroperasi dengan dukungan 360 stasiun penukaran baterai (BSS), meningkat 25 persen dibandingkan semester sebelumnya. Layanan BSS kini melayani lebih dari 850 ribu kali penukaran baterai setiap bulan, membantu menekan emisi karbon lebih dari 25 ton CO₂ per hari dan menurunkan biaya operasional mitra pengemudi.

Untuk pilar energi terbarukan, PLTMH Sumber Jaya berkapasitas 6 MW yang beroperasi sejak awal 2025 memberi kontribusi stabil terhadap bauran energi bersih TBS. Sementara proyek PLTS Terapung Tembesi di Batam yang digarap bersama PLN Nusantara Power telah mencapai progres konstruksi signifikan dan ditargetkan beroperasi komersial pada pertengahan 2026.

Melalui tiga pilar utama pengelolaan limbah, kendaraan listrik, dan energi terbarukan TBS melangkah mantap menuju target netral karbon pada 2030, berkomitmen menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang bernilai ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Indramayu Masuk Top...
Indramayu Masuk Top 5 Kinerja Terbaik Daerah Se-Indonesia, Bupati Lucky: Alhamdulillah
Cara Akses eKinerja...
Cara Akses eKinerja BKN dan Membuat SKP ASN dengan Mudah, Simak Panduannya
Survei Lemkapi: Kepuasan...
Survei Lemkapi: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Polri Capai 80,1%
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
10 Fakta Greenland,...
10 Fakta Greenland, Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved