OLIVE Group Siapkan Strategi Bangun Ekosistem Kendaraan Niaga Hijau di RI
Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:40 WIB
loading...
OLIVE Group, perusahaan yang berfokus pada investasi dan operasional di sektor energi bersih, mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan niaga energi baru. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - OLIVE Group, perusahaan yang berfokus pada investasi dan operasional di sektor energi bersih, mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan niaga energi baru (New Energy Commercial Vehicle/NECV) di Indonesia. Strategi jangka panjang ini disiapkan untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah tren global menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Chairman OLIVE Group, An Shaohong, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki pendekatan yang berbeda dari produsen mobil atau penyedia leasing tradisional. Inti dari strategi OLIVE Group adalah menciptakan ekosistem hijau yang lengkap dan terintegrasi, mencakup tiga segmen utama: manufaktur kendaraan, layanan energi, dan manajemen digital.
“Kami mengintegrasikan manufaktur kendaraan, bank baterai, dan platform digital untuk menyediakan solusi logistik hijau terpadu, yang secara fundamental mengurangi total biaya kepemilikan pelanggan dan mendorong transportasi berkelanjutan di Indonesia,” ujar An Shaohong dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga: China Klaim Berhasil Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik hingga 99 Persen
Dalam segmen manufaktur, OLIVE Group bekerja sama dengan PT Safast Electric Vehicles Indonesia untuk pengembangan dan produksi kendaraan niaga listrik. Sementara pada layanan energi, perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan baterai terkemuka untuk membangun “bank baterai” yang mendukung model pemisahan kendaraan dan baterai. Adapun segmen manajemen digital dioptimalkan melalui pengembangan platform BAMS (Battery Application Management System) dan T-BOX untuk memantau armada dan meningkatkan efisiensi pengiriman.
Lebih lanjut, OLIVE Group juga menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan energi baru. Sebagai wujud komitmen, mereka berencana memamerkan prototipe kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang dirancang khusus untuk logistik rantai dingin pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem logistik hijau di Tanah Air.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Murah Cuma Mimpi? Pabrikan Ramai-ramai Mengemis Insentif Lagi
Mengenai ekspansi bisnisnya, An Shaohong memastikan bahwa OLIVE Group telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV). “Penandatanganan CSPA menandai tahap krusial dalam kerja sama kami,” ujarnya. Proses akuisisi saat ini sedang memasuki tahap peninjauan regulator dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), seiring dengan kepatuhan perusahaan terhadap seluruh ketentuan keterbukaan informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
An Shaohong menambahkan, Indonesia berada pada titik penting transformasi transportasi hijau. OLIVE Group percaya bahwa logistik hijau adalah bagian integral dari peningkatan industri nasional dan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekosistem NECV di Indonesia dengan pendekatan kolaboratif, menjadikannya pemain penting dalam rantai nilai kendaraan listrik dunia.
Chairman OLIVE Group, An Shaohong, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki pendekatan yang berbeda dari produsen mobil atau penyedia leasing tradisional. Inti dari strategi OLIVE Group adalah menciptakan ekosistem hijau yang lengkap dan terintegrasi, mencakup tiga segmen utama: manufaktur kendaraan, layanan energi, dan manajemen digital.
“Kami mengintegrasikan manufaktur kendaraan, bank baterai, dan platform digital untuk menyediakan solusi logistik hijau terpadu, yang secara fundamental mengurangi total biaya kepemilikan pelanggan dan mendorong transportasi berkelanjutan di Indonesia,” ujar An Shaohong dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga: China Klaim Berhasil Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik hingga 99 Persen
Dalam segmen manufaktur, OLIVE Group bekerja sama dengan PT Safast Electric Vehicles Indonesia untuk pengembangan dan produksi kendaraan niaga listrik. Sementara pada layanan energi, perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan baterai terkemuka untuk membangun “bank baterai” yang mendukung model pemisahan kendaraan dan baterai. Adapun segmen manajemen digital dioptimalkan melalui pengembangan platform BAMS (Battery Application Management System) dan T-BOX untuk memantau armada dan meningkatkan efisiensi pengiriman.
Lebih lanjut, OLIVE Group juga menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan energi baru. Sebagai wujud komitmen, mereka berencana memamerkan prototipe kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang dirancang khusus untuk logistik rantai dingin pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem logistik hijau di Tanah Air.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Murah Cuma Mimpi? Pabrikan Ramai-ramai Mengemis Insentif Lagi
Mengenai ekspansi bisnisnya, An Shaohong memastikan bahwa OLIVE Group telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV). “Penandatanganan CSPA menandai tahap krusial dalam kerja sama kami,” ujarnya. Proses akuisisi saat ini sedang memasuki tahap peninjauan regulator dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), seiring dengan kepatuhan perusahaan terhadap seluruh ketentuan keterbukaan informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
An Shaohong menambahkan, Indonesia berada pada titik penting transformasi transportasi hijau. OLIVE Group percaya bahwa logistik hijau adalah bagian integral dari peningkatan industri nasional dan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekosistem NECV di Indonesia dengan pendekatan kolaboratif, menjadikannya pemain penting dalam rantai nilai kendaraan listrik dunia.
(nng)
Lihat Juga :