Mengangkat UMKM Naik Kelas: Ajak Berani Berinovasi, dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:18 WIB
loading...
35 pelaku UMKM meramaikan diskusi yang digelar oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Homeschooling Insan Daniswara berkolaborasi dengan Seva Vidya Academy (SVA). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) meramaikan diskusi yang digelar oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Homeschooling Insan Daniswara berkolaborasi dengan Seva Vidya Academy (SVA). Para pelaku UMKM antusias di diskusi yang bertajuk ' UMKM Naik Kelas 2025: Program Akselerasi Digital dan Skalabilitas Bisnis '.
Kegiatan diikuti oleh pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, jasa, homemade, craft dan lainnya dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Ditambah mempersiapkan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat branding, dan memperluas jaringan bisnis.
Dalam sesi pemaparan materi oleh tim FIA UI yakni Muhammad Ramaditya dan tim pengabdian masyarakat lainnya yaitu Eko Sakapurnama, Andreo Wahyudi, Agung Firman Sampurna.
Baca Juga: Gedung FIA UI Diresmikan, Fakultas Berkonsep Green Building
Seluruh peserta menyampaikan sejumlah kendala yang umum dihadapi pelaku usaha, di antaranya keterbatasan modal, persaingan dengan kompetitor, dan perubahan perilaku konsumen. Sebanyak 12 peserta mengaku masih terkendala modal untuk memperluas produksi dan memperbaiki kemasan. Sedangkan lainnnya menyoroti ketatnya persaingan pasar yang menyebabkan penurunan omset.
Dosen FIA UI, Muhammad Ramaditya menekankan, pentingnya kreativitas dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. "Pelaku UMKM perlu menciptakan keunikan produk, membuat konsumen penasaran dan tertarik, serta menjaga pelayanan yang baik dan konsisten,” jelas Dosen FIA UI, Dr. Muhammad Ramaditya, BBA., M.Sc.
Peserta juga diajak mempraktikkan langkah-langkah menarik konsumen, mulai dari membuat kemasan dan tagline yang unik, meningkatkan kualitas produk, hingga memberikan kemudahan transaksi dan pelayanan ramah.
Selain strategi pemasaran, Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang mandiri. Ia menyarankan pelaku usaha untuk membuat laporan keuangan rutin, memisahkan modal dari kebutuhan pribadi, serta menggunakan petty cash agar transaksi operasional lebih mudah dan efisien.
Pada sesi tanya jawab kegiatan UMKM Naik Kelas 2025: Program Akselerasi Digital dan Skalabilitas Bisnis, sejumlah pelaku usaha aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri.
Salah satu peserta yang menjalankan bisnis spaghetti brulee menanyakan, “Kolaborasi seperti apa yang cocok agar bisa bekerja sama dengan jenis makanan dan minuman lain supaya usaha terus berkembang dan punya pelanggan tetap".
Menjawab hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa langkah awal dalam mengembangkan usaha adalah menentukan target pasar, karena hal ini memengaruhi cita rasa, bentuk, dan harga produk.
Ia mencontohkan, produk yang dijual di area kampus sebaiknya dibuat praktis dan terjangkau, sementara untuk pasar perkantoran, kemasan bisa lebih efisien namun tetap berkualitas. Pemateri juga mendorong pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan pihak kampus, kantor, atau institusi pendidikan agar tercipta peluang kerja sama penyediaan konsumsi dan promosi bersama.
Pertanyaan lain datang dari peserta yang menyinggung soal keuangan usaha: “Bagaimana cara memisahkan uang pribadi dan uang usaha selain menggunakan Excel agar lebih efektif?”. Dalam hal ini pemateri menegaskan pentingnya pemisahan keuangan agar bisnis dapat berdiri secara mandiri.
Selain pencatatan di Excel, pelaku usaha disarankan membuat pos keuangan terperinci seperti modal, operasional, dan promosi serta menerapkan sistem petty cash untuk transaksi harian. Ia juga menyarankan penggunaan kasir digital dengan laporan otomatis agar pengelolaan lebih efisien.
Topik teknologi juga menarik perhatian peserta. Salah satu pelaku usaha menanyakan cara membuat tulisan di AI agar rapi dan efektif. Pemateri menjelaskan bahwa hasil tulisan berbasis Artificial Intelligence (AI) sangat bergantung pada seberapa spesifik instruksi yang diberikan.
Ia mengajak peserta untuk terus memanfaatkan teknologi digital dalam promosi dan pengembangan usaha, serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha pelatihan kuliner yang ingin bergabung.
Baca Juga: FIA UI Dukung LAMSPAK Ciptakan Lulusan Berdaya Saing Global
Melalui kegiatan UMKM Naik Kelas 2025, seluruh pihak berharap agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi tantangan era digital, berani berinovasi, dan memperluas kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan UMKM yang mandiri, adaptif, dan kompetitif menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan diikuti oleh pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, jasa, homemade, craft dan lainnya dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Ditambah mempersiapkan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat branding, dan memperluas jaringan bisnis.
Dalam sesi pemaparan materi oleh tim FIA UI yakni Muhammad Ramaditya dan tim pengabdian masyarakat lainnya yaitu Eko Sakapurnama, Andreo Wahyudi, Agung Firman Sampurna.
Baca Juga: Gedung FIA UI Diresmikan, Fakultas Berkonsep Green Building
Seluruh peserta menyampaikan sejumlah kendala yang umum dihadapi pelaku usaha, di antaranya keterbatasan modal, persaingan dengan kompetitor, dan perubahan perilaku konsumen. Sebanyak 12 peserta mengaku masih terkendala modal untuk memperluas produksi dan memperbaiki kemasan. Sedangkan lainnnya menyoroti ketatnya persaingan pasar yang menyebabkan penurunan omset.
Dosen FIA UI, Muhammad Ramaditya menekankan, pentingnya kreativitas dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. "Pelaku UMKM perlu menciptakan keunikan produk, membuat konsumen penasaran dan tertarik, serta menjaga pelayanan yang baik dan konsisten,” jelas Dosen FIA UI, Dr. Muhammad Ramaditya, BBA., M.Sc.
Peserta juga diajak mempraktikkan langkah-langkah menarik konsumen, mulai dari membuat kemasan dan tagline yang unik, meningkatkan kualitas produk, hingga memberikan kemudahan transaksi dan pelayanan ramah.
Selain strategi pemasaran, Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang mandiri. Ia menyarankan pelaku usaha untuk membuat laporan keuangan rutin, memisahkan modal dari kebutuhan pribadi, serta menggunakan petty cash agar transaksi operasional lebih mudah dan efisien.
Pada sesi tanya jawab kegiatan UMKM Naik Kelas 2025: Program Akselerasi Digital dan Skalabilitas Bisnis, sejumlah pelaku usaha aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri.
Salah satu peserta yang menjalankan bisnis spaghetti brulee menanyakan, “Kolaborasi seperti apa yang cocok agar bisa bekerja sama dengan jenis makanan dan minuman lain supaya usaha terus berkembang dan punya pelanggan tetap".
Menjawab hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa langkah awal dalam mengembangkan usaha adalah menentukan target pasar, karena hal ini memengaruhi cita rasa, bentuk, dan harga produk.
Ia mencontohkan, produk yang dijual di area kampus sebaiknya dibuat praktis dan terjangkau, sementara untuk pasar perkantoran, kemasan bisa lebih efisien namun tetap berkualitas. Pemateri juga mendorong pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan pihak kampus, kantor, atau institusi pendidikan agar tercipta peluang kerja sama penyediaan konsumsi dan promosi bersama.
Pertanyaan lain datang dari peserta yang menyinggung soal keuangan usaha: “Bagaimana cara memisahkan uang pribadi dan uang usaha selain menggunakan Excel agar lebih efektif?”. Dalam hal ini pemateri menegaskan pentingnya pemisahan keuangan agar bisnis dapat berdiri secara mandiri.
Selain pencatatan di Excel, pelaku usaha disarankan membuat pos keuangan terperinci seperti modal, operasional, dan promosi serta menerapkan sistem petty cash untuk transaksi harian. Ia juga menyarankan penggunaan kasir digital dengan laporan otomatis agar pengelolaan lebih efisien.
Topik teknologi juga menarik perhatian peserta. Salah satu pelaku usaha menanyakan cara membuat tulisan di AI agar rapi dan efektif. Pemateri menjelaskan bahwa hasil tulisan berbasis Artificial Intelligence (AI) sangat bergantung pada seberapa spesifik instruksi yang diberikan.
Ia mengajak peserta untuk terus memanfaatkan teknologi digital dalam promosi dan pengembangan usaha, serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha pelatihan kuliner yang ingin bergabung.
Baca Juga: FIA UI Dukung LAMSPAK Ciptakan Lulusan Berdaya Saing Global
Melalui kegiatan UMKM Naik Kelas 2025, seluruh pihak berharap agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi tantangan era digital, berani berinovasi, dan memperluas kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan UMKM yang mandiri, adaptif, dan kompetitif menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :