Pertamina Bakal Tindak Tegas Perusak Mutu Produk BBM di Jawa Timur
Sabtu, 01 November 2025 - 11:32 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindakan yang merusak mutu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Jawa Timur. FOTO/Rahmat Ilyasan
A
A
A
SURABAYA - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindakan yang merusak mutu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Jawa Timur. Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya isu mengenai dugaan penurunan kualitas Pertalite di sejumlah daerah.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran BBM telah dijalankan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna menjaga mutu produk hingga sampai ke tangan konsumen.
"Dalam setiap proses distribusi, baik di fasilitas Pertamina maupun di SPBU, ada SOP yang wajib dijalankan untuk memastikan kualitas BBM tetap terjaga tidak tercampur air, tidak terkontaminasi, dan aman bagi konsumen," ujar Mars Ega dalam rangkaian kegiatan Penanganan Keluhan Konsumen Pertalite di Jawa Timur, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga: Hasil Investigasi Pastikan Pertalite di Jatim Penuhi Standar Kualitas Pemerintah
Ia menegaskan Pertamina tidak akan mentoleransi pelanggaran apa pun yang berpotensi merusak mutu BBM maupun kepercayaan publik terhadap perusahaan. Menurutnya, sanksi tegas akan diberlakukan bagi pihak internal maupun eksternal yang terbukti melakukan penyimpangan dalam distribusi.
"Siapa pun yang dengan sengaja merusak citra perusahaan atau menurunkan mutu produk akan kami tindak tegas. Kami tidak akan kompromi terhadap tindakan yang merugikan masyarakat dan nama baik Pertamina," tegas Mars Ega.
Dia memastikan hasil uji terhadap sampel Pertalite dari berbagai SPBU di Jawa Timur menunjukkan produk tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta pakar kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
"Kami berkolaborasi dengan Lemigas sebagai lembaga berwenang untuk memastikan mutu bahan bakar. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan Pertalite masih sesuai dengan spesifikasi pemerintah," ujarnya.
Investigasi bersama itu meliputi pengujian sampel dari berbagai titik rantai distribusi, mulai dari tangki pengirim, tangki pendam SPBU, hingga nozzle pengisian di pompa. Pemeriksaan dilakukan di hampir 300 SPBU yang tersebar di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Timur, mencakup Tuban, Bojonegoro, hingga Malang.
Baca Juga: Dirjen Migas Klaim Konsumsi BBM Subsidi Turun, Purbaya: Tunggu Tagihan Kompensasi dari Pertamina
Koordinator Pengujian Lemigas, Cahyo Setyo Wibowo, mengungkapkan seluruh sampel yang diuji memenuhi spesifikasi mutu sesuai ketentuan. "Hasil laboratorium menunjukkan tidak ada penyimpangan yang signifikan dari standar baku. Semua parameter mutu masih sesuai dengan ketentuan pemerintah," ujarnya.
Mars Ega menegaskan, langkah investigatif ini mencerminkan keseriusan Pertamina dalam menanggapi setiap keluhan masyarakat. Ia juga memastikan pengawasan mutu bahan bakar akan terus dilakukan secara berkala di seluruh wilayah Indonesia. "Kami ingin masyarakat merasa tenang dan yakin bahwa Pertalite yang mereka gunakan aman, berkualitas, dan sesuai standar," tuturnya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran BBM telah dijalankan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna menjaga mutu produk hingga sampai ke tangan konsumen.
"Dalam setiap proses distribusi, baik di fasilitas Pertamina maupun di SPBU, ada SOP yang wajib dijalankan untuk memastikan kualitas BBM tetap terjaga tidak tercampur air, tidak terkontaminasi, dan aman bagi konsumen," ujar Mars Ega dalam rangkaian kegiatan Penanganan Keluhan Konsumen Pertalite di Jawa Timur, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga: Hasil Investigasi Pastikan Pertalite di Jatim Penuhi Standar Kualitas Pemerintah
Ia menegaskan Pertamina tidak akan mentoleransi pelanggaran apa pun yang berpotensi merusak mutu BBM maupun kepercayaan publik terhadap perusahaan. Menurutnya, sanksi tegas akan diberlakukan bagi pihak internal maupun eksternal yang terbukti melakukan penyimpangan dalam distribusi.
"Siapa pun yang dengan sengaja merusak citra perusahaan atau menurunkan mutu produk akan kami tindak tegas. Kami tidak akan kompromi terhadap tindakan yang merugikan masyarakat dan nama baik Pertamina," tegas Mars Ega.
Dia memastikan hasil uji terhadap sampel Pertalite dari berbagai SPBU di Jawa Timur menunjukkan produk tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta pakar kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
"Kami berkolaborasi dengan Lemigas sebagai lembaga berwenang untuk memastikan mutu bahan bakar. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan Pertalite masih sesuai dengan spesifikasi pemerintah," ujarnya.
Investigasi bersama itu meliputi pengujian sampel dari berbagai titik rantai distribusi, mulai dari tangki pengirim, tangki pendam SPBU, hingga nozzle pengisian di pompa. Pemeriksaan dilakukan di hampir 300 SPBU yang tersebar di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Timur, mencakup Tuban, Bojonegoro, hingga Malang.
Baca Juga: Dirjen Migas Klaim Konsumsi BBM Subsidi Turun, Purbaya: Tunggu Tagihan Kompensasi dari Pertamina
Koordinator Pengujian Lemigas, Cahyo Setyo Wibowo, mengungkapkan seluruh sampel yang diuji memenuhi spesifikasi mutu sesuai ketentuan. "Hasil laboratorium menunjukkan tidak ada penyimpangan yang signifikan dari standar baku. Semua parameter mutu masih sesuai dengan ketentuan pemerintah," ujarnya.
Mars Ega menegaskan, langkah investigatif ini mencerminkan keseriusan Pertamina dalam menanggapi setiap keluhan masyarakat. Ia juga memastikan pengawasan mutu bahan bakar akan terus dilakukan secara berkala di seluruh wilayah Indonesia. "Kami ingin masyarakat merasa tenang dan yakin bahwa Pertalite yang mereka gunakan aman, berkualitas, dan sesuai standar," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :