Pertamina Cek Nyaris 300 SPBU di Jatim, Pastikan Pertalite Sesuai Spesifikasi
Sabtu, 01 November 2025 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Tak Ada Pertalite Tercampur Air
Supervisor SPBU Pertamina Rajawali, Budi Susetyo, menegaskan tidak ditemukan pengendara yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) tercampur air di SPBU tersebut, setelah pihaknya memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Menurut Budi, hasil pengecekan internal menunjukkan tidak ada konsumen yang membawa botol berisi cairan campuran saat melakukan pengisian BBM di SPBU Rajawali. "Diduga kuat botol berisi Pertalite dan cairan bening itu berasal dari luar area SPBU," ujarnya.
Ia menambahkan, pengendara yang sempat menunjukkan botol berisi cairan itu kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) enggan menyebut lokasi pembelian. "Saat ditanya lebih lanjut, yang bersangkutan tidak menjawab dan langsung pergi," kata Budi.
Budi menjelaskan, cairan dalam botol yang viral di media sosial tersebut berisi dua lapisan berbeda. "Pertalite berwarna hijau kekuningan, sedangkan cairan di bagian bawah tampak bening. Itu bukan etanol, karena etanol biasanya berwarna putih keruh," jelasnya.
Meski demikian, SPBU Rajawali tetap memberikan kompensasi kepada sejumlah konsumen yang mengalami kendala pada kendaraan usai pengisian Pertalite. "Kami sudah mengganti kerugian pengendara, termasuk para mitra ojek online yang motornya brebet hingga mogok setelah mengisi di sini," tutur Budi.
Sebagai langkah tanggung jawab, pihak SPBU juga bekerja sama dengan empat bengkel rujukan di Surabaya untuk menangani kendaraan konsumen yang terdampak. "Kami ingin memastikan semua pelanggan tetap mendapat pelayanan terbaik," tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, untuk selalu meminta nota pembayaran setiap kali mengisi BBM. Nota tersebut, kata Budi, menjadi bukti sah untuk mengajukan komplain dan mendapatkan penggantian jika terjadi masalah pada kendaraan.
Supervisor SPBU Pertamina Rajawali, Budi Susetyo, menegaskan tidak ditemukan pengendara yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) tercampur air di SPBU tersebut, setelah pihaknya memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Menurut Budi, hasil pengecekan internal menunjukkan tidak ada konsumen yang membawa botol berisi cairan campuran saat melakukan pengisian BBM di SPBU Rajawali. "Diduga kuat botol berisi Pertalite dan cairan bening itu berasal dari luar area SPBU," ujarnya.
Ia menambahkan, pengendara yang sempat menunjukkan botol berisi cairan itu kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) enggan menyebut lokasi pembelian. "Saat ditanya lebih lanjut, yang bersangkutan tidak menjawab dan langsung pergi," kata Budi.
Budi menjelaskan, cairan dalam botol yang viral di media sosial tersebut berisi dua lapisan berbeda. "Pertalite berwarna hijau kekuningan, sedangkan cairan di bagian bawah tampak bening. Itu bukan etanol, karena etanol biasanya berwarna putih keruh," jelasnya.
Meski demikian, SPBU Rajawali tetap memberikan kompensasi kepada sejumlah konsumen yang mengalami kendala pada kendaraan usai pengisian Pertalite. "Kami sudah mengganti kerugian pengendara, termasuk para mitra ojek online yang motornya brebet hingga mogok setelah mengisi di sini," tutur Budi.
Sebagai langkah tanggung jawab, pihak SPBU juga bekerja sama dengan empat bengkel rujukan di Surabaya untuk menangani kendaraan konsumen yang terdampak. "Kami ingin memastikan semua pelanggan tetap mendapat pelayanan terbaik," tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, untuk selalu meminta nota pembayaran setiap kali mengisi BBM. Nota tersebut, kata Budi, menjadi bukti sah untuk mengajukan komplain dan mendapatkan penggantian jika terjadi masalah pada kendaraan.
(nng)
Lihat Juga :