Menko Airlangga dan Pemimpin Ekonomi APEC Dorong Kolaborasi Teknologi antara Pemerintah dan Dunia Usaha

Minggu, 02 November 2025 - 20:05 WIB
loading...
Menko Airlangga dan...
Menko Airlangga berada satu kelompok dengan H.E. Lin Hsin-i selaku perwakilan Pemimpin Chinese-Taipei, bersama dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, ABAC Chinese-Taipei, ABAC Amerika Serikat, Chair APEC CEO Summit dan Delegasi ABAC Indonesia.
A A A
GYEONGJU - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC). Acara “ABAC Dialogue with APEC Economic Leaders” merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju Korea Selatan, Jumat (31/10).

Pertemuan ini menjadi ajang penting bagi para Pemimpin Pemerintahan dan Pemimpin Bisnis di Kawasan Asia Pasifik untuk berdialog mengenai arah kebijakan ekonomi kawasan Asia-Pasifik ke depan. Pertemuan ABAC Dialogue tahun ini menyoroti 5 (lima) isu utama yaitu integrasi kawasan, keberlanjutan, kecerdasan artifisial (AI) dan inovasi digital, keuangan dan ekonomi, serta bioteknologi dan pelayanan kesehatan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Menko Airlangga berada satu kelompok dengan H.E. Lin Hsin-i selaku perwakilan Pemimpin Chinese-Taipei, bersama dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, ABAC Chinese-Taipei, ABAC Amerika Serikat, Chair APEC CEO Summit dan Delegasi ABAC Indonesia.

Baca Juga: Di Forum APEC, Prabowo Warning Dunia Soal Serakahnomics

Diskusi yang dimoderatori oleh Anindya Bakrie (ABAC Indonesia) dan Jason Chen (ABAC Chinese-Taipei) dibuka dengan perkenalan dari masing-masing Pemimpin Ekonomi, kemudian berlanjut ke dialog aktif yang membahas strategi kolaborasi lintas sektor dan lintas ekonomi untuk memperkuat Kawasan Asia Pasifik.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi terhadap peran ABAC yang secara konsisten menjembatani komunikasi antara dunia usaha dan Pemerintah selaku pembuat kebijakan. Ia menilai tema ABAC tahun ini, “Bridge, Business, Beyond”, merefleksikan semangat konektivitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan kemakmuran jangka panjang di kawasan Asia-Pasifik.

“Di tengah ketidakpastian global dan fragmentasi dunia saat ini, kolaborasi yang erat antara Pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Menko Airlangga.

Dalam menyikapi fokus isu yang diangkat pada ABAC tahun ini, Menko Airlangga selaku representasi Pemerintah Indonesia menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa fokus Indonesia terkait digitalisasi adalah membangun ekosistem yang tangguh dan inklusif. Lebih tegasnya, teknologi harus tetap berpusat pada manusia (human centered), serta penerapan AI yang bertanggung jawab.

Indonesia menyambut baik kerja sama lebih erat dengan sektor usaha, termasuk para anggota ABAC dalam peningkatan kapasitas digital, solusi keamanan siber, dan platform yang memperluas partisipasi dalam ekonomi digital. Kedua, Indonesia berupaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan rendah karbon.

“Pemerintah Indonesia tengah membangun fondasi ekosistem kendaraan listrik dan baterai yang terintegrasi, untuk menciptakan industri bernilai tambah dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih,” tegas Menko Airlangga.

Indonesia juga mengundang dunia usaha untuk bermitra dalam memperluas energi terbarukan, transportasi hijau, dan manufaktur berkelanjutan. Baca Juga: Prabowo Beberkan 3 Peran Strategis yang Harus Diemban APEC

Ketiga, Menko Airlangga menyampaikan bahwa investasi harus dimaknai tidak hanya sebagai arus modal, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia dan transfer teknologi. Dengan ini, Indonesia menyambut baik kolaborasi dengan ABAC untuk memastikan investasi yang berkualitas tinggi dan memberikan nilai jangka panjang bagi Kawasan Asia Pasifik.

Dalam sesi dialog, wakil pemimpin dari ekonomi Chinese-Taipei membagikan pengalamannya terkait sistem pelayanan kesehatan cerdas melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta atau public-private partnership. Selain itu, mereka juga membagikan pandangannya mengenai kecerdasan buatan (AI) yang membentuk tahap pertumbuhan dan kolaborasi berikutnya bagi kawasan Asia Pasifik.

Diskusi berlangsung dinamis dan produktif, dengan masing-masing perwakilan berbagi pandangan tentang bagaimana memperkuat kerja sama di sektor-sektor prioritas seperti teknologi, energi, dan kesehatan. Dialog tersebut mencerminkan komitmen bersama para Pemimpin ekonomi anggota APEC dengan ABAC untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan dan berorientasi pada masa depan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved