Tren Positif Properti 2025, Lippo Karawaci Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan
Selasa, 04 November 2025 - 12:43 WIB
loading...
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pasar perumahan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan Karawang menunjukkan kinerja solid pada semester pertama 2025. Dari total 6.429 unit rumah baru yang diluncurkan, Tangerang kembali mengukuhkan posisinya sebagai "raja" pasokan rumah tapak , menyumbang lebih dari separuh total pasokan dengan angka 52%.
Merespons momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang. LPKR tetap mencatatkan pra penjualan Rp2,47 triliun sepanjang paruh pertama 2025. Angka tersebut setara 40% dari target tahunan perusahaan. Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar
Kinerja ini juga tidak lepas dari permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, termasuk di Park Serpong, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan. Hal ini tentu saja merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir.
CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady mengatakan, hasil pra penjualan maupun kinerja keuangan untuk semester pertama 2025 didukung oleh serah terima tepat waktu berbagai produk di berbagai wilayah. ”Strategi perumahan terjangkau, yang dilengkapi dengan penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat,” katanya dalam siaran tertulis, Selasa (4/11/2025).
Dengan pencapaian yang kuat di semester pertama, manajemen LPKR optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan. Fokus perusahaan tetap pada menghadirkan hunian berkualitas, terjangkau, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Director Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menyebut meski segmen menengah bawah (Rp700 juta-1 miliar) masih mendominasi dengan 27% dari total pasokan. Ada tren menarik pada semester ini, yaitu pasokan hunian kini lebih merata di semua segmen, yang mencerminkan keyakinan pengembang terhadap pasar. Segmen menengah dengan rentang harga Rp1 miliar-1,7 miliar kini menyumbang 23%, menengah atas 22%, dan segmen atas sebesar 20%. Baca juga: Generasi Muda Dominasi Kalangan Pencari Rumah, LPKR Siap Menjawab Tren
Arief menambahkan kendati peluncuran rumah terjangkau lebih banyak, segmen menengah rentang Rp1 miliar-1,7 miliar justru paling diminati, menyumbang 53,3% dari total transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli kini semakin berani untuk naik kelas, mencari hunian yang lebih berkualitas.
Dalam hal serapan, Tangerang menempati posisi teratas dengan serapan rata-rata 19,5 unit per kawasan per bulan. Angka ini jauh di atas Bogor-Depok yang mencatat 9,3 unit per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pasokan yang banyak, tapi permintaan di Tangerang juga sangat tinggi.
Merespons momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang. LPKR tetap mencatatkan pra penjualan Rp2,47 triliun sepanjang paruh pertama 2025. Angka tersebut setara 40% dari target tahunan perusahaan. Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar
Kinerja ini juga tidak lepas dari permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, termasuk di Park Serpong, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan. Hal ini tentu saja merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir.
CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady mengatakan, hasil pra penjualan maupun kinerja keuangan untuk semester pertama 2025 didukung oleh serah terima tepat waktu berbagai produk di berbagai wilayah. ”Strategi perumahan terjangkau, yang dilengkapi dengan penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat,” katanya dalam siaran tertulis, Selasa (4/11/2025).
Dengan pencapaian yang kuat di semester pertama, manajemen LPKR optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan. Fokus perusahaan tetap pada menghadirkan hunian berkualitas, terjangkau, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Director Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menyebut meski segmen menengah bawah (Rp700 juta-1 miliar) masih mendominasi dengan 27% dari total pasokan. Ada tren menarik pada semester ini, yaitu pasokan hunian kini lebih merata di semua segmen, yang mencerminkan keyakinan pengembang terhadap pasar. Segmen menengah dengan rentang harga Rp1 miliar-1,7 miliar kini menyumbang 23%, menengah atas 22%, dan segmen atas sebesar 20%. Baca juga: Generasi Muda Dominasi Kalangan Pencari Rumah, LPKR Siap Menjawab Tren
Arief menambahkan kendati peluncuran rumah terjangkau lebih banyak, segmen menengah rentang Rp1 miliar-1,7 miliar justru paling diminati, menyumbang 53,3% dari total transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli kini semakin berani untuk naik kelas, mencari hunian yang lebih berkualitas.
Dalam hal serapan, Tangerang menempati posisi teratas dengan serapan rata-rata 19,5 unit per kawasan per bulan. Angka ini jauh di atas Bogor-Depok yang mencatat 9,3 unit per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pasokan yang banyak, tapi permintaan di Tangerang juga sangat tinggi.
(poe)
Lihat Juga :