5 Negara Pemilik Mineral Paling Krusial di Dunia, Kunci Masa Depan Energi dan Teknologi
Selasa, 04 November 2025 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Cadangan lithium Australia sebagian besar ditemukan di Australia Barat. Tidak seperti yang ditemukan di Chili dan Argentina, cadangan lithium Australia dalam bentuk endapan spodumene batuan keras.
![5 Negara Pemilik Mineral Paling Krusial di Dunia, Kunci Masa Depan Energi dan Teknologi]()
Negara ini adalah rumah bagi tambang lithium Greenbushes, yang dioperasikan oleh Talison Lithium, sebuah usaha patungan yang dimiliki oleh produsen lithium Tianqi Lithium, penambang Australia IGO dan Albemarle.
Pada sepanjang 2023, Kongo yang merupakan negara terbesar kedua di Benua Afrika itu memiliki produksi kobalt sebanyak 170.000 ton. Di Kongo, kobalt ditambang dan diolah dari pertambangan yang memang mengandung cadangan kobalt langsung terbesar di dunia.
Di tingkat global, harga kobalt dalam beberapa tahun terakhir justru kurang menarik di kisaran USD30.000/ton, jauh dari rekor tertingginya di titik USD80.000/ton pada 2022, menurut data Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi).

Negara ini adalah rumah bagi tambang lithium Greenbushes, yang dioperasikan oleh Talison Lithium, sebuah usaha patungan yang dimiliki oleh produsen lithium Tianqi Lithium, penambang Australia IGO dan Albemarle.
3. Kongo
Republik Demokratik Kongo memasok lebih dari 70% kobalt dunia, yang menjadi elemen penting dalam pembuatan baterai dan kendaraan listrik. Cadangan kobalt yang sangat besar di negara ini memengaruhi harga dan rantai pasokan di seluruh dunia, meskipun sumber keberlanjutan menjadi tantangan.Pada sepanjang 2023, Kongo yang merupakan negara terbesar kedua di Benua Afrika itu memiliki produksi kobalt sebanyak 170.000 ton. Di Kongo, kobalt ditambang dan diolah dari pertambangan yang memang mengandung cadangan kobalt langsung terbesar di dunia.
Di tingkat global, harga kobalt dalam beberapa tahun terakhir justru kurang menarik di kisaran USD30.000/ton, jauh dari rekor tertingginya di titik USD80.000/ton pada 2022, menurut data Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi).
Lihat Juga :