Bangun Inovasi, Pertamina Regional Jawa Cetak Efisiensi Rp171,46 Miliar
Selasa, 04 November 2025 - 18:59 WIB
loading...
Direktur Pertamina Regional Jawa Rachmat Hidajat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa kembali menegaskan komitmennya terhadap inovasi dan efisiensi melalui gelaran Forum Improvement & Innovation Award (IIA) 2025 yang berlangsung di Jakarta, 3–5 November 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para pekerja hulu migas untuk menampilkan hasil inovasi dan terobosan nyata yang telah diterapkan di berbagai lini operasi perusahaan.
Direktur Pertamina Regional Jawa Rachmat Hidajat menegaskan bahwa inovasi tidak hanya menemukan hal baru, melainkan komitmen berkelanjutan untuk memperbaiki dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Kami percaya bahwa dengan semangat ‘ingin tumbuh’ dan ‘ingin hadir’, seluruh Perwira Pertamina dapat terus menghadirkan solusi dan inovasi yang berdampak positif bagi perusahaan, masyarakat, dan bangsa,” ujar Rachmat.
Baca Juga: Setelah 14 Tahun Tidur, PHE ONWJ Reaktivasi Anjungan EZB Hasilkan 374 Barel per Hari
Ia menambahkan, semangat inovasi ini menjadi kunci dalam memperkuat daya saing Pertamina di sektor hulu migas. Forum IIA 2025 diikuti 104 tim inovator dari sejumlah entitas di bawah Regional Jawa, meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP Jawa bagian barat, serta kantor pusat Regional Jawa. Penjurian dilakukan dalam dua tahap, yakni wawancara terkait penciptaan nilai (value creation) dan efisiensi biaya, kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi serta evaluasi mendalam oleh dewan juri.
Forum ini merupakan bagian dari Continuous Improvement Program (CIP), sebuah inisiatif strategis Pertamina yang mendorong budaya perbaikan berkelanjutan, efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta pengurangan emisi di lingkungan kerja. Pendekatan ini juga memperkuat kolaborasi antarunit dan replikasi praktik terbaik yang terbukti memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi perusahaan.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Energi Nasional
Sepanjang 2025, penerapan berbagai inisiatif inovasi di Regional Jawa mencatat sejumlah capaian signifikan. Di antaranya, peningkatan potensi cadangan migas sebesar 560,72 juta barel setara minyak (MMBOE), tambahan cadangan 18,15 MMBOE, serta optimalisasi produksi hingga 9.855 barel minyak per hari (BOPD). Selain itu, perusahaan juga berhasil mencegah kehilangan produksi (lost production) sebanyak 8.794 BOPD dan menurunkan emisi hingga 92.957 ton CO₂ equivalent.
Dari sisi finansial, inisiatif-inisiatif tersebut menghasilkan penghematan biaya (cost saving) sebesar USD10,71 juta atau sekitar Rp171,46 miliar, pencegahan biaya (cost avoidance) sebesar USD30,02 juta atau Rp480,32 miliar, serta peningkatan pendapatan (revenue growth) mencapai USD4,04 juta atau Rp64,60 miliar.
Sebagai bentuk apresiasi, Forum IIA juga akan menobatkan tim-tim terbaik dalam tiga kategori — Gold, Silver, dan Bronze, berdasarkan hasil penilaian yang diumumkan pada hari terakhir kegiatan. Sebanyak 14 tim unggulan akan mewakili Regional Jawa pada ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2025 di tingkat nasional, sebelum akhirnya berkompetisi dalam Annual Pertamina Quality Award (APQA) di lingkup Pertamina Group.
Direktur Pertamina Regional Jawa Rachmat Hidajat menegaskan bahwa inovasi tidak hanya menemukan hal baru, melainkan komitmen berkelanjutan untuk memperbaiki dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Kami percaya bahwa dengan semangat ‘ingin tumbuh’ dan ‘ingin hadir’, seluruh Perwira Pertamina dapat terus menghadirkan solusi dan inovasi yang berdampak positif bagi perusahaan, masyarakat, dan bangsa,” ujar Rachmat.
Baca Juga: Setelah 14 Tahun Tidur, PHE ONWJ Reaktivasi Anjungan EZB Hasilkan 374 Barel per Hari
Ia menambahkan, semangat inovasi ini menjadi kunci dalam memperkuat daya saing Pertamina di sektor hulu migas. Forum IIA 2025 diikuti 104 tim inovator dari sejumlah entitas di bawah Regional Jawa, meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP Jawa bagian barat, serta kantor pusat Regional Jawa. Penjurian dilakukan dalam dua tahap, yakni wawancara terkait penciptaan nilai (value creation) dan efisiensi biaya, kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi serta evaluasi mendalam oleh dewan juri.
Forum ini merupakan bagian dari Continuous Improvement Program (CIP), sebuah inisiatif strategis Pertamina yang mendorong budaya perbaikan berkelanjutan, efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta pengurangan emisi di lingkungan kerja. Pendekatan ini juga memperkuat kolaborasi antarunit dan replikasi praktik terbaik yang terbukti memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi perusahaan.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Energi Nasional
Sepanjang 2025, penerapan berbagai inisiatif inovasi di Regional Jawa mencatat sejumlah capaian signifikan. Di antaranya, peningkatan potensi cadangan migas sebesar 560,72 juta barel setara minyak (MMBOE), tambahan cadangan 18,15 MMBOE, serta optimalisasi produksi hingga 9.855 barel minyak per hari (BOPD). Selain itu, perusahaan juga berhasil mencegah kehilangan produksi (lost production) sebanyak 8.794 BOPD dan menurunkan emisi hingga 92.957 ton CO₂ equivalent.
Dari sisi finansial, inisiatif-inisiatif tersebut menghasilkan penghematan biaya (cost saving) sebesar USD10,71 juta atau sekitar Rp171,46 miliar, pencegahan biaya (cost avoidance) sebesar USD30,02 juta atau Rp480,32 miliar, serta peningkatan pendapatan (revenue growth) mencapai USD4,04 juta atau Rp64,60 miliar.
Sebagai bentuk apresiasi, Forum IIA juga akan menobatkan tim-tim terbaik dalam tiga kategori — Gold, Silver, dan Bronze, berdasarkan hasil penilaian yang diumumkan pada hari terakhir kegiatan. Sebanyak 14 tim unggulan akan mewakili Regional Jawa pada ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2025 di tingkat nasional, sebelum akhirnya berkompetisi dalam Annual Pertamina Quality Award (APQA) di lingkup Pertamina Group.
(nng)
Lihat Juga :