Hana Bank Gelar Economic Outlook 2026: Soroti Peluang di Tengah Ketidakpastian Global
Rabu, 05 November 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Iman, aktivitas pasar juga didukung oleh rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp16,46 triliun, dengan 232.000 investor aktif harian. Kepemilikan institusi domestik menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal 2025, meskipun transaksi saham masih didominasi oleh investor ritel. Ia memproyeksikan adanya potensi pemulihan sentimen pasar domestik menjelang akhir tahun, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga global.
Baca Juga: Cerita Purbaya Bakal Diberi Hadiah Prabowo Kalau Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 5,5%
Dari aspek domestik dan kebijakan publik, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyampaikan optimismenya. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui angka 5 persen pada akhir tahun 2025. Optimisme tersebut bergantung pada asumsi bahwa realisasi belanja pemerintah mampu dilaksanakan secara optimal.
Yunarto menekankan pentingnya paket kebijakan yang akan direalisasikan pada kuartal IV-2025, mencakup bantuan pangan, program padat karya, insentif PPh 21, dan diskon tarif transportasi selama liburan akhir tahun. Selain itu, tren perdagangan umum dan neraca perdagangan yang positif juga diyakini menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara yang mengangkat tema "Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026" ini juga menghadirkan pembicara internasional, yaitu Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance, yang membagikan pandangannya mengenai prospek ekonomi dan pasar keuangan global. Sementara itu, Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea membahas tren pajak dan strategi pewarisan aset di Korea.
Baca Juga: Cerita Purbaya Bakal Diberi Hadiah Prabowo Kalau Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 5,5%
Dari aspek domestik dan kebijakan publik, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyampaikan optimismenya. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui angka 5 persen pada akhir tahun 2025. Optimisme tersebut bergantung pada asumsi bahwa realisasi belanja pemerintah mampu dilaksanakan secara optimal.
Yunarto menekankan pentingnya paket kebijakan yang akan direalisasikan pada kuartal IV-2025, mencakup bantuan pangan, program padat karya, insentif PPh 21, dan diskon tarif transportasi selama liburan akhir tahun. Selain itu, tren perdagangan umum dan neraca perdagangan yang positif juga diyakini menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara yang mengangkat tema "Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026" ini juga menghadirkan pembicara internasional, yaitu Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance, yang membagikan pandangannya mengenai prospek ekonomi dan pasar keuangan global. Sementara itu, Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea membahas tren pajak dan strategi pewarisan aset di Korea.
(nng)
Lihat Juga :