Hana Bank Gelar Economic Outlook 2026: Soroti Peluang di Tengah Ketidakpastian Global

Rabu, 05 November 2025 - 08:58 WIB
loading...
Hana Bank Gelar Economic...
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menggelar forum tahunan Economic Outlook 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menggelar forum tahunan Economic Outlook 2026 yang menyoroti proyeksi dinamika ekonomi global, pasar modal, dan risiko geopolitik, dihadiri oleh 300 nasabah dan mitra bisnis utama dari berbagai sektor industri.

Direktur Utama Hana Bank, Ko Yung Ryul, menyatakan bahwa tahun 2026 diperkirakan akan membawa berbagai tantangan dan peluang yang dinamis. Kondisi ini dipicu oleh potensi penurunan suku bunga di negara-negara ekonomi besar, penerapan tarif bea masuk baru, volatilitas nilai tukar, hingga berlanjutnya risiko geopolitik yang akan memengaruhi iklim investasi secara signifikan.

"Kami berharap seminar ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun 2026 dan merumuskan strategi bisnis yang adaptif di Indonesia," ujar Ko Yung Ryul di Jakarta, Selasa (5/11/2025).

Baca Juga: Hana Bank Distribusikan Reksa Dana dari Principal Indonesia

Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi mitra terpercaya, memberikan dukungan optimal, serta tumbuh bersama nasabah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.



Sementara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, memaparkan pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan kuat di tengah ketidakpastian. Ia mencatat bahwa hingga 24 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh sebesar 16,83 persen secara tahun berjalan (year-to-date), menjadikannya pertumbuhan tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Menurut Iman, aktivitas pasar juga didukung oleh rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp16,46 triliun, dengan 232.000 investor aktif harian. Kepemilikan institusi domestik menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal 2025, meskipun transaksi saham masih didominasi oleh investor ritel. Ia memproyeksikan adanya potensi pemulihan sentimen pasar domestik menjelang akhir tahun, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga global.

Baca Juga: Cerita Purbaya Bakal Diberi Hadiah Prabowo Kalau Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 5,5%

Dari aspek domestik dan kebijakan publik, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyampaikan optimismenya. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui angka 5 persen pada akhir tahun 2025. Optimisme tersebut bergantung pada asumsi bahwa realisasi belanja pemerintah mampu dilaksanakan secara optimal.

Yunarto menekankan pentingnya paket kebijakan yang akan direalisasikan pada kuartal IV-2025, mencakup bantuan pangan, program padat karya, insentif PPh 21, dan diskon tarif transportasi selama liburan akhir tahun. Selain itu, tren perdagangan umum dan neraca perdagangan yang positif juga diyakini menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara yang mengangkat tema "Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026" ini juga menghadirkan pembicara internasional, yaitu Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance, yang membagikan pandangannya mengenai prospek ekonomi dan pasar keuangan global. Sementara itu, Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea membahas tren pajak dan strategi pewarisan aset di Korea.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Dunia Semakin Tidak...
Dunia Semakin Tidak Aman, Belanja Militer Global Cetak Rekor Tembus Rp50.280 Triliun
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Rekomendasi
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Unggahan Nana Mirdad...
Unggahan Nana Mirdad soal Vonis Nadiem Makarim Tuai Kritik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved