Ekonomi Kuartal III/2025 Tumbuh 5,04%, Airlangga: Masih On Track Capai Target
Rabu, 05 November 2025 - 16:34 WIB
loading...
Melihat data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04%, Menko Airlangga masih pede bisa mencapai target pertumbuhan di akhir tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04% menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. Pemerintah, kata dia masih optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2% di akhir tahun.
“Ya, dengan angka yang 5,04 itu berarti kita bisa menjaga di level 5 persen. Dibandingkan kuartal yang lalu juga jauh lebih baik, year on year ya,” ujar Menko Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (5/11/2025).
Airlangga mengatakan, untuk memperkuat pertumbuhan di kuartal IV, pemerintah akan mengandalkan peningkatan konsumsi rumah tangga dan penyaluran berbagai stimulus fiskal. “Nah upaya kita perlu lakukan di Q4 itu kita harus tingkatkan lagi ekonomi supaya angka rata-rata 5,2 bisa dicapai,” ujarnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025 Lebih Rendah, BPS Ungkap Soal Konsumsi Masyarakat
Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong konsumsi, termasuk melalui bantuan sosial (bansos) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Ya, kita kan menggelontorkan bansos dan nilainya kan hampir 30 triliun. Kalau konsumsi relatif spike ya di kuartal keempat,” jelasnya.
Selain bansos, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran stimulus tambahan dan KUR untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Stimulus cukup karena kita sudah hitung stimulus tambahan kan 30 triliun. Kemudian KUR masih ada 50 triliun. Jadi, itu masih bisa kita dorong. Kemarin kita sudah tanda tangan akad untuk 800 ribu KUR. Nah, 800 ribu itu kalau rata-rata 50 juta berarti 40 triliun. Jadi sejalan dengan 50 triliun yang kita mau gelontorkan,” papar Airlangga.
Dengan langkah-langkah tersebut, Ia optimistis ekonomi nasional masih dalam jalur positif. “Target 5,2 tahun ini masih on track. Kita optimis Q4. Hitung aja rata-rata berapa untuk mencapai 5,2,” katanya.
Menanggapi pandangan sejumlah ekonom yang menilai ekonomi Indonesia rapuh akibat penurunan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan konsumsi rumah tangga, Airlangga menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap kuat.
“Indonesia ekonomi masih solid. Di antara G20 kita nomor tiga,” tegasnya.
Untuk memperkuat investasi, pemerintah juga menyiapkan strategi melalui sektor perumahan. “PMTB (investasi) itu salah satunya kita mendorong Kredit Usaha Rakyat perumahan. Kredit Usaha Rakyat perumahan itu besarnya 30 triliun dan yang untuk supply side diberikan 117 triliun. Dari 117 triliun itu plafonnya bisa sampai 20 miliar. Nah, dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB,” jelasnya.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04% secara tahunan pada kuartal III-2025. Dari sisi lapangan usaha, sektor peternakan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,51 persen, didorong oleh peningkatan permintaan telur dan ayam ras akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ya, dengan angka yang 5,04 itu berarti kita bisa menjaga di level 5 persen. Dibandingkan kuartal yang lalu juga jauh lebih baik, year on year ya,” ujar Menko Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (5/11/2025).
Airlangga mengatakan, untuk memperkuat pertumbuhan di kuartal IV, pemerintah akan mengandalkan peningkatan konsumsi rumah tangga dan penyaluran berbagai stimulus fiskal. “Nah upaya kita perlu lakukan di Q4 itu kita harus tingkatkan lagi ekonomi supaya angka rata-rata 5,2 bisa dicapai,” ujarnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025 Lebih Rendah, BPS Ungkap Soal Konsumsi Masyarakat
Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong konsumsi, termasuk melalui bantuan sosial (bansos) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Ya, kita kan menggelontorkan bansos dan nilainya kan hampir 30 triliun. Kalau konsumsi relatif spike ya di kuartal keempat,” jelasnya.
Selain bansos, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran stimulus tambahan dan KUR untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Stimulus cukup karena kita sudah hitung stimulus tambahan kan 30 triliun. Kemudian KUR masih ada 50 triliun. Jadi, itu masih bisa kita dorong. Kemarin kita sudah tanda tangan akad untuk 800 ribu KUR. Nah, 800 ribu itu kalau rata-rata 50 juta berarti 40 triliun. Jadi sejalan dengan 50 triliun yang kita mau gelontorkan,” papar Airlangga.
Dengan langkah-langkah tersebut, Ia optimistis ekonomi nasional masih dalam jalur positif. “Target 5,2 tahun ini masih on track. Kita optimis Q4. Hitung aja rata-rata berapa untuk mencapai 5,2,” katanya.
Menanggapi pandangan sejumlah ekonom yang menilai ekonomi Indonesia rapuh akibat penurunan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan konsumsi rumah tangga, Airlangga menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap kuat.
“Indonesia ekonomi masih solid. Di antara G20 kita nomor tiga,” tegasnya.
Untuk memperkuat investasi, pemerintah juga menyiapkan strategi melalui sektor perumahan. “PMTB (investasi) itu salah satunya kita mendorong Kredit Usaha Rakyat perumahan. Kredit Usaha Rakyat perumahan itu besarnya 30 triliun dan yang untuk supply side diberikan 117 triliun. Dari 117 triliun itu plafonnya bisa sampai 20 miliar. Nah, dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB,” jelasnya.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04% secara tahunan pada kuartal III-2025. Dari sisi lapangan usaha, sektor peternakan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,51 persen, didorong oleh peningkatan permintaan telur dan ayam ras akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
(akr)
Lihat Juga :