TikTok Hapus Konten-konten Penipuan yang Mengatasnamakan Perusahaan
Kamis, 06 November 2025 - 08:08 WIB
loading...
TikTok mengumumkan telah menghapus lebih dari 25 juta konten sepanjang semester pertama 2025. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - TikTok mengumumkan telah menghapus lebih dari 25 juta konten sepanjang semester pertama 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 232.000 konten diidentifikasi terkait penipuan daring (online scams).
Senior Manager PR and Communications TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, menjelaskan bahwa sekitar 94% dari total konten yang dihapus berhasil terdeteksi dan dihapus secara proaktif sebelum sempat dilaporkan oleh pengguna. “Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi pengguna dari berbagai bentuk manipulasi dan penipuan online,” ujar Edwin dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (6/8/2025).
Baca Juga: Prancis Selidiki TikTok Soal Dugaan Perubahan Mental Pengguna Anak-anak
Edwin menegaskan, keamanan pengguna merupakan prioritas utama bagi TikTok. Untuk menjaga integritas platform, perusahaan menerapkan Panduan Komunitas yang ketat, sistem moderasi berlapis, serta sejumlah fitur keamanan tambahan. TikTok juga aktif menjalankan kampanye literasi digital #PikirDuaKali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi RI), Satgas PASTI, serta para kreator lokal guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital dan pencegahan penipuan di dunia maya.
Sementara, VP Head of National Digital Brand Engagement Strategy IM3, Hodo Purwoko, mengungkapkan bahwa sekitar 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggu, baik melalui pesan seluler maupun kanal digital. Modus yang kerap digunakan antara lain hadiah palsu, lowongan kerja fiktif, pesan spam, hingga investasi bodong.
“Penipuan kini tidak hanya lewat SMS atau telepon, tapi juga marak di kanal digital yang mengatasnamakan perusahaan. Karena itu, penting untuk selalu memverifikasi akun dan sumber informasi sebelum mengklik tautan,” ujar Hodo dalam sesi dialog interaktif kampanye #PikirDuaKali.
Baca Juga: Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta
TikTok memastikan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penipuan atau manipulasi di platformnya. Semua konten yang melanggar Panduan Komunitas akan langsung dihapus. Selain itu, fitur pelaporan di TikTok juga dirancang anonim agar pengguna merasa aman ketika melaporkan konten mencurigakan.
Baik TikTok maupun mitranya menilai edukasi publik menjadi langkah paling efektif untuk menghadapi maraknya praktik phishing, penipuan digital, dan rekayasa sosial daring. “Pastikan sumber informasi berasal dari akun terverifikasi. Pelajari apakah tautannya resmi dan siapa pengirimnya. Dari sisi kami, IM3 terus memperkuat sistem proteksi agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Hodo.
Senior Manager PR and Communications TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, menjelaskan bahwa sekitar 94% dari total konten yang dihapus berhasil terdeteksi dan dihapus secara proaktif sebelum sempat dilaporkan oleh pengguna. “Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi pengguna dari berbagai bentuk manipulasi dan penipuan online,” ujar Edwin dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (6/8/2025).
Baca Juga: Prancis Selidiki TikTok Soal Dugaan Perubahan Mental Pengguna Anak-anak
Edwin menegaskan, keamanan pengguna merupakan prioritas utama bagi TikTok. Untuk menjaga integritas platform, perusahaan menerapkan Panduan Komunitas yang ketat, sistem moderasi berlapis, serta sejumlah fitur keamanan tambahan. TikTok juga aktif menjalankan kampanye literasi digital #PikirDuaKali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi RI), Satgas PASTI, serta para kreator lokal guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital dan pencegahan penipuan di dunia maya.
Sementara, VP Head of National Digital Brand Engagement Strategy IM3, Hodo Purwoko, mengungkapkan bahwa sekitar 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggu, baik melalui pesan seluler maupun kanal digital. Modus yang kerap digunakan antara lain hadiah palsu, lowongan kerja fiktif, pesan spam, hingga investasi bodong.
“Penipuan kini tidak hanya lewat SMS atau telepon, tapi juga marak di kanal digital yang mengatasnamakan perusahaan. Karena itu, penting untuk selalu memverifikasi akun dan sumber informasi sebelum mengklik tautan,” ujar Hodo dalam sesi dialog interaktif kampanye #PikirDuaKali.
Baca Juga: Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta
TikTok memastikan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penipuan atau manipulasi di platformnya. Semua konten yang melanggar Panduan Komunitas akan langsung dihapus. Selain itu, fitur pelaporan di TikTok juga dirancang anonim agar pengguna merasa aman ketika melaporkan konten mencurigakan.
Baik TikTok maupun mitranya menilai edukasi publik menjadi langkah paling efektif untuk menghadapi maraknya praktik phishing, penipuan digital, dan rekayasa sosial daring. “Pastikan sumber informasi berasal dari akun terverifikasi. Pelajari apakah tautannya resmi dan siapa pengirimnya. Dari sisi kami, IM3 terus memperkuat sistem proteksi agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Hodo.
(nng)
Lihat Juga :