Pertamina EP Tampilkan Inovasi Hulu Migas di ADIPEC 2025
Jum'at, 07 November 2025 - 09:47 WIB
loading...
PT Pertamina EP berpartisipasi dalam ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina EP berpartisipasi dalam ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025, pameran dan konferensi minyak serta gas terbesar di dunia yang digelar pada 3–6 November 2025 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Keikutsertaan Pertamina EP merupakan bagian dari delegasi resmi Indonesia yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tahun ini, Indonesia mengusung tema "Potentials to Discover, Partners to Deliver", yang menegaskan arah baru pembangunan energi nasional berbasis investasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas negara menuju kemandirian energi.
Indonesia menampilkan diri sebagai mitra strategis energi global yang berdaulat dan kompetitif, dengan fokus pada penguatan ketahanan energi, percepatan alih teknologi, serta pengembangan industri pendukung di sektor hulu migas. Partisipasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan peran Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasokan energi dunia.
Baca Juga: Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Sumur South Akasia Cinta
Dalam ajang tersebut, tim Pertamina EP yang terdiri atas Ginanjar Puji Rahayu, Fariz Adriansyah Putra, Saifudin Zuhri, Gondo Irawan, dan Sakti Parsulian turut menjadi pembicara dalam sesi Technical Conference bersama para profesional migas dunia. Mereka mempresentasikan kajian berjudul “Idle Well Utilization as Downhole Separation System to Improve Fuel Gas Quality: A Case Study in Jatibarang Field, Indonesia”.
Selain itu, Mohammad Hafez dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) juga memaparkan hasil riset bertajuk “Maximize Oil Recovery of Horizontal Well by Flow Control Device Application at Complex Reservoir in Brownfield Offshore North West Java”. Kedua presentasi tersebut menyoroti kemampuan inovatif anak perusahaan Pertamina dalam mengoptimalkan teknologi hulu migas nasional.
"Kehadiran Pertamina EP di ADIPEC 2025 sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11).
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan, kemandirian energi merupakan pilar utama kedaulatan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas nasional sebesar 31 persen untuk minyak dan 51 persen untuk gas pada 2029, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Target ini didorong oleh reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier.
Menurut Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas, sekaligus Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Lifting Migas, potensi energi Indonesia perlu dioptimalkan melalui kemitraan global yang membawa teknologi dan pendanaan berkelanjutan. “Indonesia telah memiliki rencana aksi yang jelas untuk meningkatkan iklim investasi dengan menawarkan insentif, stabilitas, dan arah kebijakan yang pasti,” ujarnya saat membuka Paviliun Indonesia di ADIPEC 2025.
Keikutsertaan Pertamina EP merupakan bagian dari delegasi resmi Indonesia yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tahun ini, Indonesia mengusung tema "Potentials to Discover, Partners to Deliver", yang menegaskan arah baru pembangunan energi nasional berbasis investasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas negara menuju kemandirian energi.
Indonesia menampilkan diri sebagai mitra strategis energi global yang berdaulat dan kompetitif, dengan fokus pada penguatan ketahanan energi, percepatan alih teknologi, serta pengembangan industri pendukung di sektor hulu migas. Partisipasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan peran Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasokan energi dunia.
Baca Juga: Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Sumur South Akasia Cinta
Dalam ajang tersebut, tim Pertamina EP yang terdiri atas Ginanjar Puji Rahayu, Fariz Adriansyah Putra, Saifudin Zuhri, Gondo Irawan, dan Sakti Parsulian turut menjadi pembicara dalam sesi Technical Conference bersama para profesional migas dunia. Mereka mempresentasikan kajian berjudul “Idle Well Utilization as Downhole Separation System to Improve Fuel Gas Quality: A Case Study in Jatibarang Field, Indonesia”.
Selain itu, Mohammad Hafez dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) juga memaparkan hasil riset bertajuk “Maximize Oil Recovery of Horizontal Well by Flow Control Device Application at Complex Reservoir in Brownfield Offshore North West Java”. Kedua presentasi tersebut menyoroti kemampuan inovatif anak perusahaan Pertamina dalam mengoptimalkan teknologi hulu migas nasional.
"Kehadiran Pertamina EP di ADIPEC 2025 sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11).
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan, kemandirian energi merupakan pilar utama kedaulatan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas nasional sebesar 31 persen untuk minyak dan 51 persen untuk gas pada 2029, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Target ini didorong oleh reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier.
Menurut Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas, sekaligus Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Lifting Migas, potensi energi Indonesia perlu dioptimalkan melalui kemitraan global yang membawa teknologi dan pendanaan berkelanjutan. “Indonesia telah memiliki rencana aksi yang jelas untuk meningkatkan iklim investasi dengan menawarkan insentif, stabilitas, dan arah kebijakan yang pasti,” ujarnya saat membuka Paviliun Indonesia di ADIPEC 2025.
(nng)
Lihat Juga :