H2Uppp Menangkap Semangat Tinggi Wujudkan Energi Hijau Hidrogen

Jum'at, 07 November 2025 - 22:12 WIB
loading...
H2Uppp Menangkap Semangat...
Dengan belajar dari pengalaman internasional, khususnya melalui model PPP, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong inovasi dan memperbesar skala proyek energi hijau terbarukan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia semakin dekat dalam mewujudkan energi hijau terbarukan . Setelah sukses memperkenalkan Teknologi Energi Hijau Hidrogen lewat seminar perdananya pada 10 Juli 2025 lalu, EKONID (Kamar Dagang dan Industri Jerman-Indonesia) dan The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) didukung oleh Kementerian Federal Ekonomi dan Energi, Jerman (BMWE) kembali menggelar seminar International Hydrogen Ramp-Up Programme (H2Uppp) Indonesia pada 6 November 2025 di Hotel JW Marriott, Jakarta.

Dalam seminar keduanya yang bertema bertema "Advancing Indonesia’s Green Hydrogen Future: Global Collaborative Pathways", EKONID dan GIZ menyoroti semakin kuatnya momentum Indonesia menuju pengembangan ekonomi hidrogen hijau yang berkelanjutan, sekaligus membahas langkah-langkah praktis untuk mempercepat implementasinya.

Dengan belajar dari pengalaman internasional, khususnya melalui model Public–Private Partnership (PPP), kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong inovasi dan memperbesar skala proyek. Baca Juga: Wujudkan Dekarbonisasi, Indonesia Berpotensi Kembangkan Energi Hijau Hidrogen

“Semua peserta dapat memanfaatkan peluang jaringan hari ini sebaik-baiknya, mari kita gunakan platform ini untuk bertukar ide, mengeksplorasi cara untuk bekerja sama menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Head Of Business Development AHK Indonesia – EKONID, Olivia Nathalie Noor di Jakarta, Kamis (6/11/2025).



Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, dan akademisi. Sesi pleno akan menyajikan pemaparan mengenai perkembangan ekosistem hidrogen di Indonesia, contoh PPP unggulan di tingkat global, serta peluang kolaborasi publik-swasta untuk memperkuat rantai nilai Power-to-X.

“Dalam acara ini kita akan bertemu dengan para pemimpin berpengalaman dari lembaga penelitian industri pemerintah yang memainkan peran penting dalam memajukan Indonesia,” ungkap Advisor of International H2Uppp Programm GIZ Indonesia, Atiek Fadhilah.

Langkah untuk memajukan Energi Hijau berkelanjutan ini disambut baik oleh perusahaan plat merah PLN. Ricky Cahya Andria, VP Business Development PT PLN yang turut hadir dalam acara ini menyebut hidrogen bisa jadi kunci dan ketahanan energi Indonesia.

“Indonesia punya banyak potensi hidrogen, namun sayang permintaanya masih sedikit. Jika ini berkembang, maka Hidrogen pasti bisa jadi kunci ketahanan energi berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam seminar ini, peserta akan mengikuti diskusi kelompok paralel yang memperkenalkan beberapa proyek PPP di bawah inisiatif H2Uppp, dengan fokus pada: 1. Proyek E-fuels dan Metanol, 2. Produksi Amonia Hijau dan Pemanfaatannya di Industri, 3. Pelatihan dan Sistem Off-grid.

Baca Juga: Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi

Melalui dialog dan pertukaran wawasan ini, seminar bertujuan untuk mendorong terbentuknya kerja sama baru dan membuka peluang bisnis dalam pengembangan ekosistem hidrogen hijau serta Power-to-X di Indonesia.

Diketahui sebelumnya pada 10 Juli 2025 lalu, EKONID dan GIZ sudah melakukan seminar perdana untuk mendorong kemajuan Energi Hijau Hidrogen berkelanjutan dengan tajuk “Realizing Indonesia’s Green Hydrogen Vision”. Melihat minat energi hidrogen di sektor industri yang semakin gencar EKONID dan GIZ menyambut semangat itu dengan menggelar seminar kedua bertema “Advancing Indonesia’s Green Hydrogen Future: Global Collaborative Pathways” pada 6 November 2025.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Transisi Energi Sektor...
Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi
Permintaan Gas PLN Diproyeksi...
Permintaan Gas PLN Diproyeksi Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Pilar Transisi Energi
Dukung Transisi Energi,...
Dukung Transisi Energi, PLN EPI Implementasikan Clean Energy Day
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Toyota Patenkan Skuter...
Toyota Patenkan Skuter Hidrogen dengan Konsep Tangki Bisa Diganti
JCB Hydromax, Mesin...
JCB Hydromax, Mesin Hidrogen 1.600 HP Siap Pecahkan Rekor Dunia
Rekomendasi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved