DataOn HR Conference Ke-15: Kunci Sukses SDM di Era Digital, Menjaga Humanisme di Tengah Kompleksitas AI

Jum'at, 07 November 2025 - 19:23 WIB
loading...
DataOn HR Conference...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - DataOn, penyedia solusi Human Resource Information System (HRIS) terkemuka di Asia Tenggara, kembali menegaskan posisinya sebagai katalis transformasi SDM dengan sukses menyelenggarakan The 15th Annual HR Conference 2025. Bertempat di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, konferensi tahunan yang paling dinanti ini menarik perhatian ribuan profesional dan praktisi HR, eksekutif, serta pengambil keputusan strategis di Indonesia.

Mengangkat tema krusial "Empowering People in a Complex Digital Future," acara ini menjadi panggung diskusi mendalam mengenai navigasi kompleksitas era digital, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan strategi organisasi.

Konferensi tahun ini menjadi semakin istimewa berkat kehadiran para keynote speaker ternama yang memberikan perspektif mendalam mengenai masa depan dunia kerja. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Mokhammad Farid Ma’ruf, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang menekankan pada pentingnya membangun ketenagakerjaan unggul melalui data, teknologi, dan kolaborasi. Disusul dengan sambutan oleh Dharma Syahputra, Direktur Eksekutif Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global melalui digitalisasi SDM yang berkelanjutan dan berbasis pada nilai kemanusiaan.

Sebagai tuan rumah, Gordon Enns, Chief Executive Officer DataOn, memaparkan visi ambisiusnya dalam sesi "Shaping the Future of HR in a Complex Digital World." Ia mengidentifikasi lima pergeseran utama menuju Future-Ready HR yang didukung oleh teknologi SunFish.

Enns menyoroti bahwa transformasi HR tidak sekadar tentang adopsi perangkat lunak baru, melainkan penyelesaian tantangan nyata organisasi melalui sistem yang cerdas dan saling terhubung. Secara spesifik, ia menyinggung peran kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks.

"HR Technology akan lebih kompleks setiap tahunnya. AI support sendiri masih menjadi ongoing trend tahun depan karena masih banyak macro economic issue dalam dunia yang bisa berdampak pada development karier karyawan. Dalam World Economic Forum sampai 2027 akan ada 6% karyawan yang harus merubah cara melakukan pekerjaan. Karena itu kami akan membantu reskilling karyawan dan support dari segi teknologi,” jelas Gordon Enns.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Berita Terkini
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Infografis
5 Tips Menjaga Kesehatan...
5 Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Maraknya Penyakit ISPA
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved