Ekonomi Tumbuh Stabil Jelang Akhir 2025 Cerminan Perbaikan Aktivitas Investasi, hingga Konsumsi
Selasa, 18 November 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Shinta mengatakan, pola ini juga tercermin dari arus investasi. Investasi asing langsung (FDI) masih terkonsentrasi pada mesin dan peralatan dengan porsi 28,8%, diikuti sektor pertambangan sebesar 10%. Menurutnya, hal ini menandakan fokus yang kuat pada industri berbasis sumber daya dan rantai pasok industri berat.
"Kalau kita lihat dari segi manufaktur nonmigas, polanya juga konsisten. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada mesin dan peralatan serta logam. Sementara sektor padat karya seperti tekstil hanya tumbuh 4,3%, dan furniture bahkan mengalami kontraksi," jelasnya.
Meski demikian, Shinta menekankan bahwa pemerintah perlu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada kuartal IV agar target pertumbuhan tahunan sebesar 5,2% bisa mencapai target Pemerintah. "Kalau mau dapat 5,2%, kita mesti tumbuh sekitar 5,8% di kuartal IV. Jadi sekarang kuncinya ada di kuartal IV yang mesti digenjot," tegasnya.
Menurutnya momentum akhir tahun biasanya memberikan dorongan tambahan bagi aktivitas ekonomi, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah. Namun Ia mengingatkan bahwa upaya mempercepat realisasi program dan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga momentum tersebut.
"Kalau kita lihat dari segi manufaktur nonmigas, polanya juga konsisten. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada mesin dan peralatan serta logam. Sementara sektor padat karya seperti tekstil hanya tumbuh 4,3%, dan furniture bahkan mengalami kontraksi," jelasnya.
Meski demikian, Shinta menekankan bahwa pemerintah perlu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada kuartal IV agar target pertumbuhan tahunan sebesar 5,2% bisa mencapai target Pemerintah. "Kalau mau dapat 5,2%, kita mesti tumbuh sekitar 5,8% di kuartal IV. Jadi sekarang kuncinya ada di kuartal IV yang mesti digenjot," tegasnya.
Menurutnya momentum akhir tahun biasanya memberikan dorongan tambahan bagi aktivitas ekonomi, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah. Namun Ia mengingatkan bahwa upaya mempercepat realisasi program dan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga momentum tersebut.
Konsumsi Nanjak Terus
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 5,04% (yoy). Angka ini lebih rendah dari 5,12% di kuartal II 2025.Lihat Juga :