Dirjen Migas Beri Kode Kuota Impor BBM SPBU Swasta Tambah Besar Tahun Depan

Minggu, 09 November 2025 - 19:23 WIB
loading...
Dirjen Migas Beri Kode...
Suasana stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell yang mengalami kekosongan stok BBM di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/2/2025). FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk SPBU swasta tahun depan akan mempertimbangkan konsumsi tahun ini.

Pihaknya sedang melakukan prognosa konsumsi BBM tahun 2025 hingga akhir Desember mendatang termasuk menghitung kekurangan yang belakangan terjadi di SPBU swasta.

"Belum ditetapkan (jumlahnya). Tapi kemungkinan polanya seperti itu, 100 plus 10 persen. Tapi kan referensi tahunnya beda, kalau tahun ini pakai referensi tahun 2024, tahun depan pakai referensi tahun 2025," ujar dia, dikutip pada Minggu (9/11/2025).

Baca Juga: Satu SPBU Swasta Tambah Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina, Dua Masih Nego

Dia menjelaskan persentase kenaikannya kemungkinan masih menggunakan tahun ini. Namun secara jumlah kemungkinan bakal lebih besar karena menghitung konsumsi BBM SPBU swasta yang saat ini masih mengalami kekurangan. "Iya (ada penambahan dari tahun ini). Kita akan mengevaluasinya bahkan konsumsi dia sampai dengan prognosa tahun 2025," sambungnya.



Meski demikian, Laode belum menyebutkan berapa besaran kuota impor yang diberikan SPBU swasta untuk tahun depan. Adapun kemungkinan hasil prognosa konsumsi SPBU swasta tahun 2025 baru akan rampung pada akhir November mendatang.

"Kita masih menghitung prognosanya. Nanti akhir November baru kita bisa kira-kira dapat gambarannya. Karena ini nanti kan BBM menjelang Nataru ini ada pola kenaikan konsumsi BBM juga," kata Laode.

Baca Juga: Muncul Produk BBM Baru Bobibos Buatan Anak Bangsa, Dirjen Migas: Belum Disertifikasi

"Itu memang biasanya dari tahun ke tahun saat Nataru mengalami peningkatan konsumsi BBM. Nah itu nanti untuk kita lihat kebutuhan masyarakat untuk tahun ini berapa. Tapi kalau stoknya sih masih ada, masih aman," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Berita Terkini
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Infografis
Penyebab 85 Juta Pekerjaan...
Penyebab 85 Juta Pekerjaan yang Terancam Musnah Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved