MMP Tegaskan Komitmen Dukung Hilirisasi Nikel
Senin, 10 November 2025 - 18:53 WIB
loading...
PT Mitra Murni Perkasa (MMP) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda hilirisasi nikel nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Mitra Murni Perkasa (MMP) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda hilirisasi nikel nasional melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang berkelanjutan. Perusahaan memastikan seluruh kegiatan operasional dan keuangan tetap berjalan sehat, seiring dengan dukungan kuat dari para kreditor terhadap fundamental bisnis MMP.
Direktur Keuangan MMP, Achmad Zuhraidi, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki perencanaan dan kapasitas finansial yang solid dalam melanjutkan proyek pembangunan smelter nikel matte.
"MMP memiliki perencanaan dan kemampuan finansial yang baik untuk melaksanakan penyelesaian pembangunan smelter nickel matte dan mampu menjalankan seluruh kewajiban korporasi serta operasional proyek secara berkelanjutan. Kami menjunjung tinggi prinsip kemitraan yang profesional dan beritikad baik dalam menyelesaikan setiap perbedaan sesuai mekanisme yang telah disepakati," ujar Achmad dalam pernyataan resmi, Senin (10/11).
Baca Juga: IAGI Dorong Pemanfaatan Cadangan Nikel GAG untuk Hilirisasi Nasional
Menurut Achmad, MMP terus berupaya menjaga hubungan kerja yang konstruktif dan profesional dengan seluruh mitra bisnis. Prinsip fairness, keterbukaan, dan itikad baik menjadi landasan dalam menjalankan setiap kemitraan guna menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berdaya saing.
MMP juga menegaskan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan praktik bisnis berkelanjutan. Selain fokus pada pengembangan infrastruktur industri, perusahaan turut berperan aktif dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan green operator, yang hingga kini telah melibatkan sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.
Kehadiran smelter MMP menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi nikel nasional yang tengah digencarkan pemerintah. Proyek ini tidak hanya memperkuat rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri.
Dengan dukungan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi operasional, MMP menargetkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian visi Indonesia sebagai pusat produksi dan pengolahan nikel global. Perusahaan menilai keberlanjutan industri hanya dapat dicapai melalui sinergi antara investasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi Tembus Rp136,3 Triliun, Nikel Sumbang Rp47,82 Triliun
MMP optimistis bahwa proyek hilirisasi yang sedang dijalankan akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri logam strategis. Sebagai informasi, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Oktober 2025 telah mengeluarkan Putusan No. 248/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst yang secara resmi mencabut status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap MMP.
Pencabutan ini menegaskan bahwa permohonan PKPU tidak didasarkan pada ketidakmampuan finansial, melainkan memperkuat kepercayaan kreditor terhadap kinerja dan kesehatan bisnis perusahaan.
Direktur Keuangan MMP, Achmad Zuhraidi, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki perencanaan dan kapasitas finansial yang solid dalam melanjutkan proyek pembangunan smelter nikel matte.
"MMP memiliki perencanaan dan kemampuan finansial yang baik untuk melaksanakan penyelesaian pembangunan smelter nickel matte dan mampu menjalankan seluruh kewajiban korporasi serta operasional proyek secara berkelanjutan. Kami menjunjung tinggi prinsip kemitraan yang profesional dan beritikad baik dalam menyelesaikan setiap perbedaan sesuai mekanisme yang telah disepakati," ujar Achmad dalam pernyataan resmi, Senin (10/11).
Baca Juga: IAGI Dorong Pemanfaatan Cadangan Nikel GAG untuk Hilirisasi Nasional
Menurut Achmad, MMP terus berupaya menjaga hubungan kerja yang konstruktif dan profesional dengan seluruh mitra bisnis. Prinsip fairness, keterbukaan, dan itikad baik menjadi landasan dalam menjalankan setiap kemitraan guna menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berdaya saing.
MMP juga menegaskan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan praktik bisnis berkelanjutan. Selain fokus pada pengembangan infrastruktur industri, perusahaan turut berperan aktif dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan green operator, yang hingga kini telah melibatkan sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.
Kehadiran smelter MMP menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi nikel nasional yang tengah digencarkan pemerintah. Proyek ini tidak hanya memperkuat rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri.
Dengan dukungan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi operasional, MMP menargetkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian visi Indonesia sebagai pusat produksi dan pengolahan nikel global. Perusahaan menilai keberlanjutan industri hanya dapat dicapai melalui sinergi antara investasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi Tembus Rp136,3 Triliun, Nikel Sumbang Rp47,82 Triliun
MMP optimistis bahwa proyek hilirisasi yang sedang dijalankan akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri logam strategis. Sebagai informasi, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Oktober 2025 telah mengeluarkan Putusan No. 248/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst yang secara resmi mencabut status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap MMP.
Pencabutan ini menegaskan bahwa permohonan PKPU tidak didasarkan pada ketidakmampuan finansial, melainkan memperkuat kepercayaan kreditor terhadap kinerja dan kesehatan bisnis perusahaan.
(nng)
Lihat Juga :