Jembatan Penghubung Wilayah Tangerang Asthara Skyfront City Siap Dibangun
Senin, 10 November 2025 - 22:07 WIB
loading...
Ilustrasi Jembatan Utama Asthara Skyfront City. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bumi Bandara Indah resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Bukaka-Rizki KSO untuk pembangunan Jembatan Utama Asthara Skyfront City. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung strategis antara Kawasan Asthara Skyfront City dengan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi ikon baru kawasan barat Jakarta tersebut.
CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah bersejarah bagi pengembangan kawasan kota baru itu. "Kita menyaksikan bersama penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bumi Bandara Indah dan Bukaka-Rizki KSO untuk pembangunan Jembatan Utama Asthara Skyfront City, jembatan yang akan menjadi salah satu infrastruktur paling ikonik dan monumental di Kawasan Tangerang," ujar Supardi dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Hujan Es Melanda Tangerang dan Tangsel, BMKG: Terbentuk dari Awan Cumulonimbus
Supardi menjelaskan, jembatan tersebut akan membentang sepanjang sekitar satu kilometer melintasi Sungai Cisadane dan berfungsi sebagai gerbang utama menuju kawasan Township Asthara Skyfront City yang memiliki luas mencapai 1.100 hektare. Infrastruktur ini dirancang dengan enam jalur kendaraan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah.
"Inilah jembatan yang akan menjadi simbol kemajuan, bukan hanya menghubungkan dua kawasan di sisi Sungai Cisadane secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah menghubungkan visi besar kami menuju masa depan Asthara Skyfront City, sebuah kota modern yang terintegrasi, berkelanjutan, dan penuh kehidupan," imbuh Supardi.
Kerja sama dengan Bukaka-Rizki KSO diyakini akan menghasilkan karya infrastruktur yang tidak hanya tangguh dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi. Reputasi Bukaka-Rizki KSO dalam proyek-proyek infrastruktur besar menjadi jaminan mutu bagi pembangunan jembatan ini.
"Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa Asthara Skyfront City terus bergerak maju. Kami tidak hanya merencanakan, tetapi benar-benar mewujudkan pembangunan demi pembangunan, menuju realisasi kota masa depan yang kita banggakan bersama. Semoga kerja sama pembangunan jembatan ini membawa manfaat yang lebih besar, bukan hanya bagi Asthara Skyfront City, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang secara keseluruhan," ungkap Supardi.
Baca Juga: Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Asthara Skyfront City, yang diluncurkan pada Juni 2025, dikembangkan sebagai kota mandiri terpadu dengan konsep modern dan berkelanjutan. Kawasan ini akan menggabungkan hunian, pusat bisnis, area komersial, hotel, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat gaya hidup dan olahraga dalam satu kawasan terintegrasi.
Hunian perdana Cluster Allurea yang merupakan bagian dari Super Cluster The Floritz, telah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dengan lokasi yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kawasan ini diharapkan menjadi pilihan utama bagi para profesional, pelaku bisnis, hingga komunitas bandara yang membutuhkan akses cepat dan lingkungan hunian modern.
CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah bersejarah bagi pengembangan kawasan kota baru itu. "Kita menyaksikan bersama penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bumi Bandara Indah dan Bukaka-Rizki KSO untuk pembangunan Jembatan Utama Asthara Skyfront City, jembatan yang akan menjadi salah satu infrastruktur paling ikonik dan monumental di Kawasan Tangerang," ujar Supardi dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Hujan Es Melanda Tangerang dan Tangsel, BMKG: Terbentuk dari Awan Cumulonimbus
Supardi menjelaskan, jembatan tersebut akan membentang sepanjang sekitar satu kilometer melintasi Sungai Cisadane dan berfungsi sebagai gerbang utama menuju kawasan Township Asthara Skyfront City yang memiliki luas mencapai 1.100 hektare. Infrastruktur ini dirancang dengan enam jalur kendaraan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah.
"Inilah jembatan yang akan menjadi simbol kemajuan, bukan hanya menghubungkan dua kawasan di sisi Sungai Cisadane secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah menghubungkan visi besar kami menuju masa depan Asthara Skyfront City, sebuah kota modern yang terintegrasi, berkelanjutan, dan penuh kehidupan," imbuh Supardi.
Kerja sama dengan Bukaka-Rizki KSO diyakini akan menghasilkan karya infrastruktur yang tidak hanya tangguh dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi. Reputasi Bukaka-Rizki KSO dalam proyek-proyek infrastruktur besar menjadi jaminan mutu bagi pembangunan jembatan ini.
"Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa Asthara Skyfront City terus bergerak maju. Kami tidak hanya merencanakan, tetapi benar-benar mewujudkan pembangunan demi pembangunan, menuju realisasi kota masa depan yang kita banggakan bersama. Semoga kerja sama pembangunan jembatan ini membawa manfaat yang lebih besar, bukan hanya bagi Asthara Skyfront City, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang secara keseluruhan," ungkap Supardi.
Baca Juga: Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Asthara Skyfront City, yang diluncurkan pada Juni 2025, dikembangkan sebagai kota mandiri terpadu dengan konsep modern dan berkelanjutan. Kawasan ini akan menggabungkan hunian, pusat bisnis, area komersial, hotel, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat gaya hidup dan olahraga dalam satu kawasan terintegrasi.
Hunian perdana Cluster Allurea yang merupakan bagian dari Super Cluster The Floritz, telah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dengan lokasi yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kawasan ini diharapkan menjadi pilihan utama bagi para profesional, pelaku bisnis, hingga komunitas bandara yang membutuhkan akses cepat dan lingkungan hunian modern.
(nng)
Lihat Juga :