Bangun 100 Gudang Gabah dan Jagung Petani, Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun
Rabu, 12 November 2025 - 09:39 WIB
loading...
Pemerintah akan membangun 100 gudang Bulog melalui komitmen Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akan membangun 100 gudang Bulog melalui komitmen Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penyerapan gabah dan jagung petani di dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun guna merealisasikan pembangunan tersebut. Menurutnya, kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Prabowo Subianto sekaligus jawaban dari keluhan petani akan percepatan penyerapan gabah dan jagung.
Baca Juga: Perum BULOG Dukung Arah Kebijakan Presiden: Perkuat Ketahanan, Ketersediaan, dan Infrastruktur Pangan Nasional
“Melalui perintah Bapak Presiden, kita harus segera membangun gudang yang disepakati jumlahnya 100. Kita siapkan anggaran Rp5 triliun, ini kita siapkan dan kita kaji bareng-bareng. Karena ini merupakan jawaban dari keluhan petani akan percepatan penyerapan gabah atau jagung dari petani,” jelas Zulhas, Rabu (12/11/2025).
Zulhas menambahkan, SKB lintas kementerian ini akan menjadi dasar hukum pelaksanaan program pembangunan gudang pangan nasional. Setelah SKB diterbitkan, pemerintah juga akan menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat implementasi di lapangan.
Lebih lanjut, Zulhas menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur pascapanen ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat cadangan nasional, serta memastikan petani tidak mengalami kerugian akibat keterlambatan penyerapan hasil panen.
“Produksi kita luar biasa, tapi gudangnya kurang. Karena itu, hari ini kita ambil langkah cepat dengan SKB ini. Tahun depan produksi akan lebih tinggi lagi, dan kita harus siap sejak sekarang,” tegas Zulhas.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan, bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Terbatas pada 28 September 2025, di mana Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat sistem logistik pangan nasional, khususnya di tahap pascapanen.
Baca Juga: Bulog Serap Gabah Petani Capai 725.000 Ton Setara Beras, Rekor 10 Tahun Terakhir
Mentan Amran menjelaskan, produksi beras nasional tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diproyeksikan sebesar 34,77 juta ton, atau naik sekitar 13,54 persen dari tahun sebelumnya.
"Pemerintah tidak boleh membiarkan hasil panen petani terhambat penyerapannya hanya karena keterbatasan gudang. Kita harus bertindak cepat, karena produksi meningkat signifikan,” kata Mentan Amran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun guna merealisasikan pembangunan tersebut. Menurutnya, kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Prabowo Subianto sekaligus jawaban dari keluhan petani akan percepatan penyerapan gabah dan jagung.
Baca Juga: Perum BULOG Dukung Arah Kebijakan Presiden: Perkuat Ketahanan, Ketersediaan, dan Infrastruktur Pangan Nasional
“Melalui perintah Bapak Presiden, kita harus segera membangun gudang yang disepakati jumlahnya 100. Kita siapkan anggaran Rp5 triliun, ini kita siapkan dan kita kaji bareng-bareng. Karena ini merupakan jawaban dari keluhan petani akan percepatan penyerapan gabah atau jagung dari petani,” jelas Zulhas, Rabu (12/11/2025).
Zulhas menambahkan, SKB lintas kementerian ini akan menjadi dasar hukum pelaksanaan program pembangunan gudang pangan nasional. Setelah SKB diterbitkan, pemerintah juga akan menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat implementasi di lapangan.
Lebih lanjut, Zulhas menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur pascapanen ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat cadangan nasional, serta memastikan petani tidak mengalami kerugian akibat keterlambatan penyerapan hasil panen.
“Produksi kita luar biasa, tapi gudangnya kurang. Karena itu, hari ini kita ambil langkah cepat dengan SKB ini. Tahun depan produksi akan lebih tinggi lagi, dan kita harus siap sejak sekarang,” tegas Zulhas.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan, bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Terbatas pada 28 September 2025, di mana Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat sistem logistik pangan nasional, khususnya di tahap pascapanen.
Baca Juga: Bulog Serap Gabah Petani Capai 725.000 Ton Setara Beras, Rekor 10 Tahun Terakhir
Mentan Amran menjelaskan, produksi beras nasional tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diproyeksikan sebesar 34,77 juta ton, atau naik sekitar 13,54 persen dari tahun sebelumnya.
"Pemerintah tidak boleh membiarkan hasil panen petani terhambat penyerapannya hanya karena keterbatasan gudang. Kita harus bertindak cepat, karena produksi meningkat signifikan,” kata Mentan Amran.
(akr)
Lihat Juga :