Dongkrak Produksi Minyak, Bahlil: Tiap Malam Saya Baca 'Doa Lifting'
Rabu, 12 November 2025 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir sudah sangat lama target lifting kita hampir tidak mencapai di dalam APBN. Di 2024, target APBN kita mencapai 605 ribu baril per day. Realisasi kita berapa? 580 ribu baril per day," sambungnya.
Namun demikian, Bahlil mengatakan pada bulan Juni 2025 lalu lifting minyak mencapai angka 608 barel per hari atau melampaui target APBN 2025. Capaian peningkatan lifting ini dinilai berkontribusi dalam pengurangan impor minyak mentah, meksi jumlahnya belum cukup signifikan. Sebab dikatakan Bahlil, produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 1998 hingga saat ini, disamping permintaan yang terus mengalami peningkatan.
"Sekarang, alhamdulillah karena dukungan dari Bapak Ibu semua, pimpinan Komisi 12, dan seluruh stockholder, kita sudah mencapai 605 sampai dengan 608 ribu baril per day," sambungnya.
Dia menceritakan, sebelum era reformasi, lifting minyak Indonesia sempat mencapai 1,5 juta barel per hari dengan konsumsi 500 ribu barel per hari. Alhasil Indonesia mengalami era kejayaan minyak dan gas (migas) lewat ekspor dan berkontribusi terhadap 40 persen penerimaan negara.
Sementara, posisi produksi dan konsumsi minyak berbanding terbaik. Kebutuhan minyak per hari diperkirakan tembus 1 juta barel, disamping produksi harian yang terus menyusut menjadi 580 ribu barel pada tahun 2024.
Namun demikian, Bahlil mengatakan pada bulan Juni 2025 lalu lifting minyak mencapai angka 608 barel per hari atau melampaui target APBN 2025. Capaian peningkatan lifting ini dinilai berkontribusi dalam pengurangan impor minyak mentah, meksi jumlahnya belum cukup signifikan. Sebab dikatakan Bahlil, produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 1998 hingga saat ini, disamping permintaan yang terus mengalami peningkatan.
"Sekarang, alhamdulillah karena dukungan dari Bapak Ibu semua, pimpinan Komisi 12, dan seluruh stockholder, kita sudah mencapai 605 sampai dengan 608 ribu baril per day," sambungnya.
Dia menceritakan, sebelum era reformasi, lifting minyak Indonesia sempat mencapai 1,5 juta barel per hari dengan konsumsi 500 ribu barel per hari. Alhasil Indonesia mengalami era kejayaan minyak dan gas (migas) lewat ekspor dan berkontribusi terhadap 40 persen penerimaan negara.
Sementara, posisi produksi dan konsumsi minyak berbanding terbaik. Kebutuhan minyak per hari diperkirakan tembus 1 juta barel, disamping produksi harian yang terus menyusut menjadi 580 ribu barel pada tahun 2024.
Lihat Juga :