Menakar Peluang Merger GOTO dan Grab, Siapa yang Dicaplok?

Kamis, 13 November 2025 - 20:31 WIB
loading...
A A A
"Mereka harus ngikuti B2B, kita lihat prosesnya, nantinya kita pasti akan support. Tapi kita lihat, karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada, dan kita harus juga menjaga itu. Tapi kita tentu mendengarkan masukan pemerintah," lanjutnya.

GOTO Buka Suara Soal Kabar Merger

GoTo buka suara soal spekulasi di media dan rumor yang bergulir kembali mengenai adanya rencana transaksi merger antara Perseroan dengan Grab. Perseroan juga menepis kabar upaya pencopotan posisi Chief Executive Officer (CEO) Patrick Walujo, seiring kabar sejumlah pemegang saham besar ingin menggantikannya.

"Rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak terkait dengan rencana tindakan korporasi apapun. Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran," ungkap perseroan dalam keterbukaan BEI.

Diungkapkan juga bahwa agenda RUPSLB akan disampaikan oleh Perseroan pada tanggal 25 November 2025 setelah dilakukan proses penelaahan secara menyeluruh oleh jajaran Direksi, Dewan Komisaris serta komite-komite terkait Perseroan. Direktur Utama, Direksi, dan manajemen terus berkomitmen penuh untuk bertindak secara profesional serta mengutamakan kepentingan Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan.

Menanggapi pemberitaan media yang disebutkan adanya escrow fund sebesar USD300 juta di Singapura yang
dikaitkan dengan rencana transaksi strategis antara GoTo dan Grab serta spekulasi buyout saham GoTo yang dimiliki Telkomsel, Perseroan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar dan menyesatkan.

Menakar Peluang Penggabungan GOTO dan Grab

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Universitas Indonesia, Toto Pranoto menilai rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masuk dalam rencana merger PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Ltd, dalam rangka menjaga posisi kepemilikan saham BUMN, dalam hal ini Group Telkom di GOTO.

Toto menjelaskan, saat ini total investasi Telkom di GOTO sendiri tembus USD450 juta atau setara Rp6,4 triliun. Terdiri PT Telkom yang berinvestasi sejak 2023 senilai USD150 juta, dan melalui anak usahanya senilai USD300 juta.

"Investasinya kan kira-kira, mereka ini memiliki USD450 juta lah. Sehingga rencana Danantara ini dalam rangka mengamankan posisi kepemilikan Group Telekom di GOTO saya kira," ujarnya saat dihubungi MNC Portal.

Di satu sisi, Toto menilai strategi Danantara yang akan terlibat dalam proses merger Grab - GOTO ialah menjaga ekosistem digital di Tanah Air yang melibatkan jutaan orang di Indonesia, baik pengguna maupun mitra driver. Sehingga menurutnya diperlukan pemerintah dalam menjaga ekosistem digital yang masih terus berkembang di Indonesia.

Justru menurutnya, menjadi lebih berisiko jika tidak ada peran pemerintah ketika perusahaan asal Singapura, Grab, menjadi semakin besar lewat akuisisi GOTO di Indonesia. Sebab peluang intervensi pemerintah bakal semakin sempit jika kedua perusahaan tersebut melakukan ekspansi pasca merger di kemudian hari.

"Kalau mereka (Grab - GOTO) nanti misalnya melakukan aksi korporasi dengan merger dan lain-lain, mungkin Danantara berpikir ini menjadi sangat berbahaya. Karena mereka (GOTO) akan menjadi representasi negara bagaimana mengawal supaya ekosistem digital nasionalnya juga bisa tetap terjaga ya, kalau Danantara juga hadir di sana," kata Toto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Grab Indonesia Tutup...
Grab Indonesia Tutup Program Langganan Akses Hemat untuk Driver GrabBike
Intervensi Danantara...
Intervensi Danantara di Industri Ojol Dinilai Berisiko, Begini Penjelasannya
Prabowo Pangkas Komisi...
Prabowo Pangkas Komisi Aplikator Jadi 8%, Ojol Minta Implementasi Dikawal
Potongan Aplikator Ojol...
Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8%, Ini Kata Grab dan Goto
Kisah Mak Netty dan...
Kisah Mak Netty dan Fitri, Kartini Era Kini di Ekosistem Grab
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Mengapa Grab Indonesia...
Mengapa Grab Indonesia Menutup Program Langganan Akses Hemat dan Bagaimana Dampaknya?
Grab Indonesia Berdayakan...
Grab Indonesia Berdayakan Generasi Muda Perempuan di Bidang Teknologi dalam STEM Talks.
Rekomendasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved