Menakar Peluang Merger GOTO dan Grab, Siapa yang Dicaplok?
Kamis, 13 November 2025 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Peluang merger antara GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) dan Grab secara umum dinilai cukup besar, tetapi juga sangat kompleks dan penuh tantangan regulasi. Isu merger ini kembali menguat setelah ada indikasi diskusi di tingkat pemerintah Indonesia yang ingin memastikan stabilitas dan keberlangsungan ekosistem digital nasional.
Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pendorong merger GOTO dan Grab yakni kebutuhan efisiensi dan profitabilitas: Kedua perusahaan diketahui telah lama terlibat dalam "perang harga" (bakar uang) melalui subsidi dan promosi yang mahal.
Merger akan segera mengakhiri persaingan yang destruktif dan secara masif mengurangi biaya operasional, pemasaran, dan overhead yang tumpang tindih. Pengurangan biaya ini adalah jalan tercepat untuk mencapai profitabilitas berkelanjutan.
Baca Juga: Bos Danantara Angkat Suara Soal Keterlibatan dalam Merger Grab dan GOTO
Dukungan konsolidasi dari investor, Banyak investor, terutama pemegang saham awal (seperti SoftBank atau pihak lain) yang mengalami kerugian besar akibat persaingan berkepanjangan, mendukung konsolidasi untuk memulihkan nilai investasi mereka.
Dominasi pasar, Perusahaan hasil merger akan menciptakan kekuatan monopoli de-facto di segmen ride-hailing (transportasi) dan pengiriman makanan di Indonesia, yang sangat menarik dari sudut pandang bisnis.
Keterlibatan pemerintah, adanya diskusi yang melibatkan pemerintah Indonesia menunjukkan adanya dorongan politik untuk menstabilkan ekosistem digital dan melindungi keberlangsungan usaha serta lapangan kerja mitra.Peluang merger antara GoTo dan Grab lebih mungkin terjadi dalam bentuk konsolidasi (pengambilalihan) dan aliansi strategis yang didorong oleh kebutuhan investor dan efisiensi, dibandingkan merger setara yang mulus.
Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pendorong merger GOTO dan Grab yakni kebutuhan efisiensi dan profitabilitas: Kedua perusahaan diketahui telah lama terlibat dalam "perang harga" (bakar uang) melalui subsidi dan promosi yang mahal.
Merger akan segera mengakhiri persaingan yang destruktif dan secara masif mengurangi biaya operasional, pemasaran, dan overhead yang tumpang tindih. Pengurangan biaya ini adalah jalan tercepat untuk mencapai profitabilitas berkelanjutan.
Baca Juga: Bos Danantara Angkat Suara Soal Keterlibatan dalam Merger Grab dan GOTO
Dukungan konsolidasi dari investor, Banyak investor, terutama pemegang saham awal (seperti SoftBank atau pihak lain) yang mengalami kerugian besar akibat persaingan berkepanjangan, mendukung konsolidasi untuk memulihkan nilai investasi mereka.
Dominasi pasar, Perusahaan hasil merger akan menciptakan kekuatan monopoli de-facto di segmen ride-hailing (transportasi) dan pengiriman makanan di Indonesia, yang sangat menarik dari sudut pandang bisnis.
Keterlibatan pemerintah, adanya diskusi yang melibatkan pemerintah Indonesia menunjukkan adanya dorongan politik untuk menstabilkan ekosistem digital dan melindungi keberlangsungan usaha serta lapangan kerja mitra.Peluang merger antara GoTo dan Grab lebih mungkin terjadi dalam bentuk konsolidasi (pengambilalihan) dan aliansi strategis yang didorong oleh kebutuhan investor dan efisiensi, dibandingkan merger setara yang mulus.
(akr)
Lihat Juga :