Mengukur Urgensi Ide Lama Redenominasi Rupiah, Ekonom: Sudah Saatnya, Indonesia Siap
Jum'at, 14 November 2025 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Sunarsip menjelaskan bahwa dominasi transaksi digital kini mengurangi hambatan teknis, termasuk biaya pencetakan uang baru . “Sekarang sudah banyak kan uang digital. Sehingga efek cost tambahan untuk mencetak uang itu sekarang mungkin sudah lebih berkurang dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu,” ujarnya.
Namun Ia menilai edukasi ke masyarakat menjadi elemen penting, terutama untuk meluruskan pemahaman yang sering salah kaprah antara redenominasi dan sanering. “Ini bukan Sanering. Kalau Sanering betul-betul kita punya uang seribu tinggal serupiah. Kalau sekarang ya, kalau redenominasi kan nggak,” tegasnya.
Terkait potensi dampak inflasi, Sunarsip menyebut kemungkinan kenaikan harga hanya akan terjadi pada masa transisi awal karena faktor psikologis masyarakat.“Pada awal-awal mungkin akan ada karena sekologis masyarakat akan kebawa itu. Tetapi pada akhirnya itu akan kembali normal,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian masyarakat mungkin terdorong untuk berbelanja lebih cepat karena khawatir uangnya “tidak laku” setelah penyesuaian nilai nominal.Sunarsip menilai kekhawatiran pembulatan harga ke atas akan jauh lebih kecil dibanding masa lalu karena sebagian besar harga kini sudah berbentuk angka bulat, terutama akibat pertumbuhan transaksi digital.
Lihat Juga :